Berita

Jangan Mager, Berikut Tips Isoman Pasien Covid-19 Selama Ramadhan

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Melakukan latihan fisik yang rutin, memenuhi nutrisi dengan baik, melakukan istirahat yang cukup, dan menghindari stres adalah beberapa tips isoman selama bulan Ramadhan yang dijelaskan oleh Ardorisye Saptaty Fornia dalam acara Obrolan Sehat Jelang Buka Puasa (OBRAS). Acara yang dipandu oleh Firman Setiawan ini disiarkan secara langsung di kanal YouTube @PKU JOGJA MEDIA pada Rabu (13/4).

Sebagai dokter spesialis paru di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Saptaty memaparkan bahwa pada bulan Ramadhan kali ini, kasus Covid-19 sudah menurun. Ditambah dengan adanya program vaksinasi membuat segalanya menjadi lebih mudah. Sudah banyak sekali edukasi yang bisa didapatkan oleh masyarakat apabila mengalami gejala atau tanda terkena Covid-19. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan isolasi mandiri atau isoman.

Isolasi mandiri bukan berarti pasien hanya berdiam diri atau tidur. Kata dia, pasien harus berkegiatan seperti biasanya di ruangan tertutup. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pasien isoman. Beraktivitas ringan seperti menonton tv, olahraga ringan, hingga membaca dapat dilakukan agar tubuh terus bergerak. Hal ini dijelaskan dapat mempercepat proses penyembuhan pasien.

Baca Juga: Lima Kegiatan Positif Agar Ramadhan Produktif

Saptaty juga menekankan bahwa pasien yang tidak memilki gejala atau memiliki gejala ringan tetap dapat berpuasa secara normal. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar pasien merasa aman melakukan isolasi mandiri selama bulan Ramadhan.

Pertama, berolahraga secara rutin. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan workout ringan atau berjalan mengelilingi ruangan. Intinya pasien harus bergerak agar badan tetap bugar.

Kedua, memenuhi nutrisi tubuh dengan baik. Saptaty menyarankan bagi pasien isoman untuk sahur dan berbuka dengan makanan dan minuman yang sehat. Memperbanyak minum air putih pun harus diperhatikan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Ketiga, istirahat yang cukup. Setiap orang memilki kebutuhan tidur yang berbeda-beda. Untuk orang dewasa cukup tidur selama 7-8 jam sehari idealnya. Jangan sampai pasien tidur berlama-lama apalagi begadang hingga malam. Hal ini, kata dia, akan memperlambat proses penyembuhan.

Terakhir, hindari stres. Pastinya pasien merasa bosan karena harus melakukan segala sesuatu sendirian. Ditambah pasien tidak bisa sahur dan berbuka dengan keluarga, kerabat, teman, hingga tetangga. Perlu diingat oleh pasien bahwa hal ini tidak akan berlangsung lama. Dengan isolasi mandiri, pasien masih memiliki keuntungan, yaitu bisa melakukan ibadah dengan fokus dan khusyuk tanpa gangguan apapun. (maudy)

Related posts
Kesehatan

Makanan Sehat Selama Ramadhan

Oleh: Asti Nurhayati* Menjalankan ibadah Ramadhan dengan tubuh yang sehat dan bugar terutama di masa pandemi Covid-19 tentu merupakan hal yang sangat…
Gaya Hidup

Lima Kegiatan Positif Agar Ramadhan Produktif

Pada bulan Ramadhan, seluruh umat Islam berlomba-lomba untuk mencari pahala dari Allah swt. Segala bentuk ibadah dilakukan dari pagi hingga malam. Seringkali…
Berita

Selama Bulan Ramadhan, Lazismu DIY Buka Layanan Konsultasi Zakat 24 Jam

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu) Daerah Istimewa Yogyakarta membuka layanan konsultasi zakat 24 jam selama bulan Ramadhan 1443…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.