Jelang Tahun Ajaran Baru 2021/2022, Guru dan Orang Tua Harap Bersiap

Berita 10 Jul 2021 0 265x
Arif Jamali Muis

Arif Jamali Muis

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Jelang dimulainya tahun ajaran baru, Suara ‘Aisyiyah menyelenggarakan Instagram Live dengan tema “Bersiap Sambut Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi”. Acara yang diselenggarakan pada Jumat (9/7) itu menghadirkan Wakil Ketua MCCC PP Muhammadiyah Arif Jamali Muis.

Dalam kesempatan tersebut, Arif Jamali Muis menggambarkan kondisi kesiapan sekolah dalam melakukan proses pembelajaran tatap muka di tengah pandemi. Ia mengungkapkan poin-poin yang harus diperhatikan oleh pihak sekolah, guru, dan orang tua ketika proses pembelajaran dilakukan, baik online maupun offline.

Kondisi psikologis anak, menurutnya, pelu menjadi perhatian penting dalam proses pembelajaran di tengah pandemi saat ini. Anak bisa mudah merasa bosan apabila tidak terjadi interaksi antara anak dan guru saat pembelajaran online dilakukan.

Orang tua mempunyai peranan penting dalam melihat perkembangan anak saat melakukan pembelajaran. Orang tua harus berinteraksi dengan pihak sekolah untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi anak ketika belajar. Dalam hal ini, feedback antara murid guru dan orang tua menjadi penting, sehingga hasil pembelajaran dapat terlihat.

Baca Juga: Tunda Pembelajaran Tatap Muka Demi Keselamatan Jiwa

Arif menjelaskan bahwa orang tua harus terlibat di dalam proses pendidikan anak. “Masa pandemi bisa menjadi wadah bagi orang tua untuk ikut serta dalam proses pembelajaran anak,” ujarnya.

Arif menyebutkan beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua. Pertama, berikan suasana senyaman mungkin pada anak yang melakukan pembelajaran online di rumah. Kedua, jalin komunikasi dengan anak, misalnya dengan menanyakan kendala yang mereka hadapi. Ketiga, jalin komunikasi dengan guru mengenai perkembangan anak saat melakukan pembelajaran di rumah. Jangan lupa, kemukakan permasalahan anak saat melakukan pembelajaran dan temukan solusi terbaik untuk anak.

Peran Pemerintah

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di daerah perkotaan saja, namun seluruh daerah di Indonesia. Dalam konteks pendidikan, pemerintah seharusnya melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang tidak mempunyai fasilitas layak dalam melakukan pembelajaran secara online, sehingga sistem belajar di tengah pandemi itu bisa dirasakan setiap sekolah yang ada di Indonesia.

Arif menjelaskan bahwa ada penurunan kualitas kemampuan anak dalam menyerap materi selama pemberlakuan pembelajaran online. Jika kondisi ini dibiarkan, ditakutkan akan mempengaruhi kualitas pendidikan di tanah air.

Baca Juga: Muhammadiyah: Kebijakan PPN di Bidang Pendidikan Bertentangan dengan Konstitusi

Arif kemudian mengemukakan dua hal penting yang harus diperbaiki untuk meningkatkan kembali kemampuan anak dalam menyerap pembelajaran, yakni; metode mengajar yang dikelola pendidik harus dibuat semenarik mungkin, dan; apabila ada kemungkinan melakukan pembelajaran tatap muka, pemerintah wajib menyediakan berbagai fasilitas yang lengkap di sekolah.

Metode pembelajaran perlu diperbarui agar anak tidak merasa jenuh. Metode pembelajaran yang monoton biasanya membuat anak merasa jenuh dan lelah. Pada waktu yang bersamaan, serapan materi peserta didik juga minim. Artinya, guru atau tenaga pendidik dalam konteks ini diuji untuk memberikan metode pembelajaran yang kreatif sehingga mampu menarik perhatian peserta didik. (Cheny*)

*Mahasiswa magang di Suara ‘Aisyiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *