Berita

Kader Aisyiyah Harus Jadi Uswah Hasanah di Bidang Iptek

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah Di tengah perkembangan teknologi, ‘Aisyiyah akan berusaha mengambil peran strategis dalam pengembangan teknologi. Pernyataan itu disampaikan Ketua PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini ketika memberikan pengarahan Pengajian Ramadhan 1443 H PP ‘Aisyiyah. Pengajian dengan tema “Posisi Perempuan Berkemajuan: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemanusiaan Universal” ini digelar pada Kamis-Jumat (21-22/4) secara daring.

Menurut Noordjannah, tema yang diangkat dalam pengajian ini bukanlah tema yang sederhana. Meski begitu, tema ini relevan untuk dibahas. Setidaknya ada 2 (dua) alasan tema ini diangkat; pertama, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dengan cepat penting harus medapatkan perhatian yang mendalam dan luas.

Kedua, ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Muslim bergerak untuk kepentingan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid, sehingga penguasaan iptek menjadi penting. “Semua pembahasan dalam pengajian ini adalah untuk kepentingan dakwah dan tajdid,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, tema ini juga dipertimbangkan berkaitan dengan persiapan Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah di mana telah dilakukan kajian pra-Muktamar dengan gagasan-gagasan yang luar biasa. Sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf dan tajdid, ‘Aisyiyah berupaya mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Islam adalah agama peradaban (din al-hadlarah) yang membawa kemajuan, yang kehadirannya membawa rahmat bagi semesta.

Dalam Muktamar yang lalu, ‘Aisyiyah telah melahirkan beberapa visi gerakan, yakni berkembangnya Islam di masyarakat, berkembangnya gerakan pencerahan, dan berkembangnya perempuan berkemajuan di lingkungan bangsa Indonesia dan global.

Noordjannah mengatakan bahwa Islam berkemajuan mengandung pandangan yang menempatkan perempuan pada posisi yang mulia yang punya tanggung jawab sebagai hamba Allah sekaligus khalifah. Islam telah mengangkat harkat martabat perempuan, sehingga perempuan mesti diperlakukan setara tanpa diskriminasi.

Baca Juga: Dakwah Muhammadiyah Harus Mengikuti Perkembangan Teknologi

Sejak berdiri, ‘Aisyiyah terus berupaya mewujudkan kehidupan yang non-diskriminatif. Demikian halnya di tengah era teknologi saat ini. ‘Aisyiyah, kata Noordjannah, selalu beradaptasi dan berusaha menjadikan teknologi sebagai alat untuk menghadapi dunia yang terus berkembang. Apalagi di tengah kemajuan teknologi yang semakin cepat, sebagian orang belum siap menghadapinya.

Noordjannah mengatakan, iptek di satu sisi memang memberikan kemanfaatan, namun di sisi lain juga membawa tantangan dan dampak yang membuat manusia direndahkan derajat dan martabatnya. Idealnya, penguasan iptek diperankan oleh laki-laki dan perempuan tanpa diskriminasi. Sayangnya, masih ada kesenjangan penguasaan iptek yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pandangan keagamaan, konstruksi budaya, dan sebagainya.

Di tengah kesenjangan itu, menurut dia, menjadi penting dan relevan untuk memberi ruang lebih bagi perempuan untuk mengembangkan iptek. Salah satu cara yang dilakukan ‘Aisyiyah adalah dengan menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang menguasai iptek. Cara itu ditempuh dengan mendirikan lembaga pendidikan yang kurikulumnya memadukan antara berbagai ilmu pengetahuan. Perempuan, kata dia, “punya potensi pengembangan iptek yang luar biasa”.

Menurut Noordjannah, langkah konkret yang dilakukan ‘Aisyiyah untuk beradaptasi dengan iptek adalah dengan membangun budaya keilmuan. Budaya keilmuan itu meliputi sikap hidup dan pandangan yang rasional ilmiah, sekaligus spiritual-ruhaniyah. Kata dia, budaya keilmuan ini harus menjadi kekuatan ‘Aisyiyah.

Noordjannah berharap, kontribusi ‘Aisyiyah dalam mencerdaskan dan memajukan umat dan bangsa melalui bidang pendidikan bisa menjadi sarana menghadirkan peradaban yang berbasis iman, ilmu, dan amal. Tak lupa, ia juga mengajak para pimpinan dan kader ‘Aisyiyah untuk menjadi uswah hasanah bagi masyarakat dalam konteks iptek. (sb)

Related posts
Liputan

Perluas Segmen Jamaah Pengajian untuk Menebar Kebermanfaatan Aisyiyah

Chalifah, Ketua Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah, mengakui tidak mudah merangkul semua segmen dalam satu pengajian. Oleh karena itu, ungkapnya saat diwawancara Suara…
Berita

Ini Tiga Langkah Strategis Mendorong Perempuan Terjun ke Bidang Iptek

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Siti Zuhro, Peneliti Bidang Perkembangan Politik Lokal Badan Riset dan Inovasi Nasional menyampaikan bahwa prospek perempuan dalam bidang…
Berita

Bias Gender di Bidang Iptek Harus Dihilangkan

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid menjelaskan zaman keemasan Islam bukanlah titik nol peradaban umat manusia. Ada…

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.