Kajian Fikih Perempuan: Thaharah

Berita 30 Des 2021 0 62x

Yogyakarta Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah mengadakan Kajian Fikih Perempuan dengan tema “Bersih dan Suci dengan Thaharah” yang disiarkan secara live melalui akun Instagram @Aisyiyahpusat. Kajian tersebut menghadirkan Erni Zuhriyati selaku Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sebagai narasumber, Rabu (29/12).

Erni menjelaskan mengenai pengertian dari tema yang diangkat pada kajian ini. Ia berpendapat bahwa ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam bersuci, yaitu kesucian jiwa dan kesucian fisik. Dua bentuk kesucian tersebut di dalam Islam sangat diperhatikan. “Kalau kita melakukan aktivitas apapun, diusahakan dalam kondisi suci apalagi ketika melakukan ibadah mahdhah, pasti diawali dengan bercusi yang menjadi syarat sahnya dari ibadah tersebut,” ujarnya.

Ia juga menerangkan bahwa thaharah merupakan serangkaian aktivitas yang memang disyaratkan untuk dilakukan ketika hendak melakukan ibadah mahdhah. Misalnya bersuci dari hadats kecil atau mandi janabat ketika mengalami hadats besar.

Baca Juga: Ber-Aisyiyah, Saling Mengingatkan dalam Ibadah

Erni menjelaskan, media yang diutamakan dalam thaharah adalah air. Akan tetapi, dalam kondisi tertentu, debu atau barang-barang padat juga boleh digunakan. Air yang digunakan dalam thaharah adalah yang sifatnya mutlak. Artinya, air yang suci dan mensucikan. ”Air yang berasal dari sumbernya dan belum terkontaminasi dengan hal lainnya,” jelasnya.

Meskipun begitu, ketika tidak mendapatkan air mutlak untuk thaharah, maka seseornag diperbolehkan menggunakan  air mustakmal atau air yang sudah digunakan untuk bersuci sebelumnya. “Ada air yang sebenarnya air itu suci, tapi karena beberapa kriteria –seperti berubah warna dan baunya–, maka air itu tidak bisa digunakan untuk thaharah,” ujar Erni. (septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *