Berita

Kajian MT PCM Bandung: Mencari Ridha Allah dengan Berbuat Baik kepada Orang Tua

Kajian PCM Bandung

Kajian PCM BandungBandung, Suara ‘Aisyiyah – Ahad (31/10), Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bandung mengadakan Kajian Singkat melalui kanal YouTube @Majelis Tabligh PCM Bandung. Kajian ini mengangkat tema “Konsep Dasar Birul Walidain” dan menghadirkan Syaifudin selaku Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bandung.

Syaifudin mengatakan, di dalam al-Quran Allah swt. memerintahkan untuk melakukan perbuatan yang baik kepada kedua orang tua atau disebut birul walidain, seperti dalam Q.S. an-Nisa: 36, Q.S. al-Isra: 23, dan Q.S. al-Ahqaf: 15. Di dalam surat tersebut Allah swt. memerintahkan untuk melakukan perbuatan yang baik kepada kedua orang tua setelah adanya perintah untuk beribadah kepada Allah swt.

Baca Juga: Pramurukti: Merawat Orang Tua dengan Hati dan Dedikasi

Syaifudin menjelaskan, setelah beribadah kepada Allah, maka tugas anak Adam selanjutnya adalah untuk berbuat baik kepada kepada kedua orang tua. Ia mengatakan, “ihsan merupakan puncak dari kebaikan seseorang. Jadi ketika kita berbuat ihsan, maka sesungguhnya kita berbuat maksimal. Artinya, perintah untuk berbuat baik kepada orang tua yang digambarkan dengan kalimat wa bil walidaini ihsana yang artinya kita harus maksimal dalam berbuat baik kepada orang tua”.

Menurut Syaifuddin, wa bil walidaini artinya seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya seakan-akan menyatu atau merasa bahwa orang tuanya merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan bagi dirinya. Dalam hal ini, seorang anak harus bisa menjaga hati kedua orang tuanya.

Bahkan ketika orang tua mengajarkan atau mengajak sang anak untuk jauh dari ajaran agama, lanjutnya, Islam tetap memerintahkan sang anak untuk bersikap baik kepada keduanya.

Di akhir penyampaiannya, Syaifudin berpesan untuk “ber-ihsanlah kepada kedua orang tua dan carilah ridha kedua orang tua kita. Dengan harapan ketika kita mengantongi ridha kedua orang tua kita, maka Allah akan meridhai kehidupan kita semua”. (silvi)

Related posts
Sosial Budaya

Peran Kebangsaan Muhammadiyah di Era Pra Kemerdekaan dan Era Digital

17 Agustus 2022 merupakan tahun ketiga Indonesia merayakan hari kemerdekaan di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, Indonesia memasuki usia 77 tahun. Di…
Perempuan

Fatwa dan Perhatian Muhammadiyah tentang Perempuan

Oleh: Niki Alma Febriana Fauzi Fatwa adalah suatu penjelasan atau jawaban yang diberikan oleh mufti kepada mustafti (orang yang bertanya) tentang suatu…
Berita

Cerahkan Peradaban Bangsa, RSIJ Cempaka Putih dan Muhammadiyah-Aisyiyah Gelar Semiloknas

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – Muhammadiyah-‘Aisyiyah melalui Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah, MPKU PP Muhammadiyah, dan RSIJ Cempaka Putih mengadakan kegiatan Seminar dan Lokakarya…

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.