Kajian PHIWM: 4 Sifat Utama Seorang Muslim

Berita 13 Okt 2021 0 45x

4 Sifat Utama MuslimYogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Rabu (13/10), Pusat Diklat Tabligh PP Muhammadiyah mengadakan kajian Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) yang diselenggarakan live sreaming melalui akun YouTube @Majelis Tabligh Muhammadiyah. Kajian dengan tema “Sifat-Sifat Utama Seorang Muslim” ini menghadirkan Ananto Isworo selaku Sekretaris Eksekutif Majelis Tabligh PP Muhammadiyah sebagai pemateri.

Ananto Isworo memaparkan ada 4 (empat) sifat utama seorang muslim. Pertama, terbentuk kepribadian Muslim. Ia menjelaskan bahwa orang yang Muslim adalah orang yang berserah diri sepenuhnya kepada Allah swt dan disertai takwa yang bersifat dinamis, yaitu berlaku terus menerus.

Dalam konteks ini, ia mengingatkan, orang tua semestinya tidak hanya mewariskan harta kepada anaknya, tetapi juga mewariskan akidah yang benar dan kuat. “Dengan akidah yang dipegang kuat, orang yang menjadikan dirinya seorang Muslim yang menyerahkan diri sepenuhnya  kepada Allah swt., maka apapun kondisi hidupnya di dunia dia akan tetap berpegang teguh kepada Allah. Urusan dunianya akan dimanajemen sesuai dengan perintah Allah swt.,” jelas Ananto.

Baca Juga: Rasulullah Mengangkat Derajat Manusia

Kedua, terbentuk kepribadian Mukmin. Mengutip Q.S al-Hujurat: 15, Ananto menjelaskan bahwa seseorang tidak boleh mengeluh tentang apapun yang terjadi pada dirinya. Hal itu karena apapun yang menimpa seseorang, semua adalah atas ketetapan Allah swt. dan bagian dari ujian yang diberikan oleh Allah swt.

Ketiga, terbentuk kjepribadian Muhsin. Ia menjelaskan, “terbentuknya kepribadian yang muhsin artinya yakin dan percaya apapun yang dilakukan kebaikannya dilihat oleh Allah swt., dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan”.

Keempat, terbentuk kepribadian Muttaqin. Ananto berpesan agar seseorang tidak berhenti menjadi orang baik. Orang baik, jelasnya, akan selalu dipantau oleh Allah sehingga ia dapat mencapai derajat takwa.

Pungkasan, Ananto Isworo memberikan penegasan bahwa “Muhammadiyah sebagai gerakan Islam maupun warga Muhammadiyah sebagai Muslim, benar-benar dituntut keteladanannya dalam mengamalkan Islam di berbagai lingkup kehidupan, sehingga Muhammadiyah secara kelembagaan dan orang-orang Muhammadiyah secara perorangan dan kolektif sebagai pelaku dakwah menjadi rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan di muka bumi ini”. (septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *