Aksara

Kampiun

(foto: m.lampost.co)

Oleh: Ika Zardy Saliha

Kepul asap hitam menyekap, kabut menggulung menutup langit suci

Waktumu masih merenda kain bersulam emas, indah warnai hati

Memburu pelangi lewati seribu satu hari, raih sebait janji

 

Jiwamu sangat luas, mengapa terjebak nikmat semu sekejap mata?

Demi sesuap nasi rela bergoyang di atas lapak-lapak nista

Simpan ibamu! Bukankah rezeki tersembunyi dalam doa dan upaya?

 

Jika hasrat jawara mengaliri darah, dunia seakan dalam genggaman

Kemudian lupa sabda-Nya, “Demi waktu. Sungguh manusia dalam kerugian

Kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, berwasiat kebenaran dan kesabaran

 

24 September 2015

Related posts
Aksara

Titik Balik

Oleh: Maulinda Rawitra Pradanti   Entah apa yang dirasa Campur aduk bak lontong balap Mau ambil yang ini, Ternyata terambil yang itu…
Aksara

Menawar Luka

Oleh: Cheny Kurata A’yun   Hai luka, bagaimana pedihmu hari ini? Kenapa kau terus membual tentang rasamu? Terus merunduk mengatakan tak apa,…
Aksara

Hilang Arah

Oleh: Cheny Kurata A`yun   Terdiam sepi bersama angin Menyapa luka Mengundang rintihan rasa Terlihat, terbenam, dan kembali   Aku hilang arah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *