Kemensos: Kontribusi ‘Aisyiyah bagi Kesejahteraan Lansia Itu Nyata

Berita 30 Jun 2021 1 204x
Webinar Hari Lansia Nasional PP 'Aisyiyah

Webinar Hari Lansia Nasional PP ‘Aisyiyah

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Webinar bertema “Pemenuhan Hak Menuju Lansia Bahagia dan Sejahtera” yang diselenggarakan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah pada Sabtu (26/6) dihadiri oleh lebih dari lima ratus peserta. Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Harry Hikmat selaku yang mewakili Menteri Sosial menyambut baik iktikad ‘Aisyiyah untuk bekerja sama dengan Kemensos.

“Sinergi dengan ‘Aisyiyah kami harapkan bisa terwujud secara nyata. Sinergi dengan ‘Aisyiyah dapat diperluas karena di Kemensos, terutama di Dirjen Rehabilitasi Sosial, itu mencakup juga penanganan anak-anak terlantar, lansia, difabel, korban NAPZA, tuna sosial, dan sebagainya,” ujar Harry.

Merujuk data Badan Pusat Statistik, per-tahun 2020 ada 9,78% penduduk Indonesia yang memasuki usia lansia, dan diperkirakan akan mencapai 16,5% pada tahun 2035. Selain itu, lanjut Harry, Indonesia akan mengalami apa yang disebut feminisasi lansia, yakni suatu kondisi di mana jumlah lansia perempuan lebih banyak dibandingkan lansia laki-laki.

Kerentanan lansia terhadap penyakit perlu mendapat atensi bersama. Pusdatin Kemenkes tahun 2020 menyebutkan bahwa 44% lansia mempunyai multimorbiditas yakni dua atau lebih penyakit (kronis) yang diderita seseorang. Selain demensia (pikun), lansia juga sering didera penyakit hipertensi (63,5%), gangguan gigi geligi (53,6%), arthritis (18%), gangguan oral (17%), diabetes melitus (5,7%), penyakit jantung koroner (4,5%), stroke (4,4%), gagal ginjal (0,8%), dan kanker (0,4%).

Mewakili Kemensos, Harry dengan tegas mengatakan bahwa pelaksanaan program-program nasional akan lebih efektif jika disinergikan dengan ‘Aisyiyah. “Dengan sinergi bersama ‘Aisyiyah sudah tentu banyak hal yang dapat dilakukan bersama, termasuk di tingkat grass root. Keberadaan ranting-ranting ‘Aisyiyah dapat memperkuat apa yang terjadi di tingkat komunitas, seperti memperkuat posisi lansia, memastikan bantuan sosial kepada lansia, serta meningkatkan kepedulian kaum aghniya’ kepada dhuafa lansia”.

Baca Juga: Lansia Penyibak Asa

Perhatian Muhammadiyah-‘Aisyiyah pada lansia memang merupakan sebuah keniscayaan. Meminjam istilah Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, “perhatian pada lansia sudah menjadi kehidupan dakwah yang built-in”. Hal senada disampaikan Sri Sunarti. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Geriatri itu menyatakan bahwa menjadi bagian dari Muhammadiyah-‘Aisyiyah berarti siap berkomitmen untuk bergelut dalam urusan kemanusiaan universal. “Harus contribute to others, harus menjadi khairu ummah,” ujarnya.

Pemenuhan Hak

Koordinator Divisi Advokasi dan Pengembangan Majelis Kesejahteraan Sosial PP ‘Aisyiyah Ro’fah menyebutkan ada delapan hak kesejahteraan sosial yang harus diberikan kepada lansia. Delapan hak tersebut adalah: (a) pelayanan keagamaan dan mental spiritual; (b) pelayanan kesehatan; (c) pelayanan kesempatan kerja; (d) pelayanan pendidikan dan pelatihan; (e) kemudahan dalam penggunaan fasilitas, sarana, dan prasarana umum; (f) kemudahan dalam layanan dan bantuan hukum; (g) perlindungan sosial; (h) bantuan sosial.

Dalam proses pemenuhan hak tersebut, Ro’fah menegaskan bahwa semua lansia harus menjadi target sasaran program. Artinya tidak boleh tebang pilih. “Pemenuhan hak tersebut harus menyasar ke semua lansia dan harus dilakukan oleh lintas sektor, baik itu pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan sebagainya. Termasuk di ‘Aisyiyah. Semua punya tanggung jawab. Oleh karena itu, untuk memenuhi delapan hak tersebut harus melibatkan semua majelis,” tegasnya. (sb)

One thought on “Kemensos: Kontribusi ‘Aisyiyah bagi Kesejahteraan Lansia Itu Nyata”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *