Yuk, Ketahui Penyebab dan Gejala Asma pada Balita

Gaya Hidup Info Sehat 20 Agu 2021 0 84x
asma pada anak

asma pada anak (foto: shutterstock)

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah Sebagian masyarakat Indonesia belum mengetahui bahwa asma dapat terjadi pada balita. Rina Triasih selaku Dokter Spesialis Anak Konsultan Respirologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pun menjelaskan bahwa gejala asma pada balita cukup sulit dideteksi.

Hal tersebut pernah ia sampaikan dalam siaran langsung di akun instagram @tentanganakofficial dengan tema “Kenali Penyebab Dan Gejala Asma Pada Balita”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (4/5) itu membahas mengenai gejala, penyebab, serta cara mencegah asma.

Meski sulit dideteksi, Rina menjelaskan bahwa secara umum gejala asma adalah batuk dan sesak. Biasanya, sesaknya sampai mengeluarkan bunyi pada nafas (mengi). Namun, pada waktu yang bersamaan ia juga menegaskan bahwa pada anak di bawah usia lima tahun, gejala tersebut bisa jadi disebabkan oleh penyakit radang paru, bukan asma.

Menurutnya, jika batuk tidak disertai dengan sesak, berarti bukan asma. Boleh jadi hanya batuk alergi yang dipicu oleh beberapa hal, seperti debu, suhu dingin, ataupun makanan.

Rina menambahkan, faktor utama yang mempengaruhi terjadinya asma adalah faktor genetik (keturunan) dan faktor lingkungan. “Setiap anak berbeda-beda pencetus/penyebab asma. Ada yang karena alergi dengan asap, makanan, udara dingin, dan polusi. Solusinya adalah harus menghindari hal-hal yang yang dapat menyebabkan sesak,” katanya.

“Peran orang tua sangat diperlukan dalam mengetahui penyebab asma pada anak. Orang tua juga harus memperhatikan sesaknya ini akibat alergi terhadap apa? Misal alergi terhadap makanan seafood, maka orang tua harus menjaga dan menghindari anak dari memakan jenis makanan seafood, tambah Rina.

Baca Juga: Tanda-Tanda Kurang Gizi Pada Anak

Dalam kegiatan tersebut, seorang peserta mengajukan sebuah pertanyaan terkait penggunaan AC sehari-hari pada bayi; apakah dapat memicu asma atau tidak. Rina kemudian menjelaskan bahwa jika ada riwayat asma pada sang anak, maka penggunaan AC harus dihindari. Tetapi kalau tidak ada riwayat, maka tidak menjadi masalah.

Menanggapi pertanyaan potensi penyakit asma bisa disembuhkan, Rina menjawab bahwa asma tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. “Penyakit asma tidak bisa benar-benar sembuh sepenuhnya, tetapi gejalanya  bisa dikontrol. Jika asmanya sering terjadi, dokter akan memberikan obat inhaler sebagai pereda, dan obat tersebut harus diberikan pada anak sampai tuntas,” jelas Rina.

Rina mengungkapkan bahwa anak yang mempunyai genetik asma, ia lebih berisiko terkena asma daripada anak yang tidak ada faktor genetik. (rizka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *