Berita

Ketua PDA Kudus Terangkan Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan

Kudus, Suara ‘Aisyiyah – Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus pada Jumat (15/4) mengadakan pengajian rutin yang diikuti pegawai RSA di Mushola Gotong Royong, Kompleks RSA Mlati Norowito, Kota Kudus dengan pembicara Khosifah. Tema pengajian kali ini adalah “Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan”.

Khosifah yang merupakan Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kudus mengemukakan bahwa umat Islam diwajibkan untuk berpuasa pada bulan Ramadhan. “Sebagai bulan mulia, di bulan ini pula telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya al-Quran, bulan terbukanya pintu surga, tertutupnya pintu neraka, dan terbelenggunya setan. Hal ini memudahkan kita untuk menjauhi maksiat saat itu,” terangnya.

Ia lantas menyebutkan beberapa keistimewaan bulan Ramadhan: pertama, membentuk generasi Islam yang bertakwa, sebagaimana termaktub dalam Q.S. al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Kedua, membentuk generasi Islam yang cerdas. Dalam Q.S. al-Baqarah ayat 184, Allah berfirman (yang artinya) “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.”

Baca Juga: Lima Kegiatan Positif Agar Ramadhan Produktif

Ketiga, membentuk generasi Islam yang pandai bersyukur. Merujuk pada Q.S. al-Baqarah ayat 185 yaitu (yang artinya), “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.”

Keempat, membentuk generasi Islam yang Istiqomah. Dalam Q.S. al-Baqarah ayat 186 yang artinya, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”

Kelima, membentuk generasi Islam yang sabar. Dapat menahan diri. Dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 187 disebutkan (yang artinya) bahwa “Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu.”

Dalam berpuasa, kata Khosifah, umat Islam harus dapat menahan diri dari makan dan minum, menahan diri dari amarah, dan selalu mengingat Allah swt. (Wakhidah Noor Agustina/sb)

Related posts
Liputan

Perluas Segmen Jamaah Pengajian untuk Menebar Kebermanfaatan Aisyiyah

Chalifah, Ketua Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah, mengakui tidak mudah merangkul semua segmen dalam satu pengajian. Oleh karena itu, ungkapnya saat diwawancara Suara…
Berita

Eratkan Hubungan, Pimpinan Muhammadiyah Undang Sekretaris PCNU Kota Langsa Isi Kajian

Langsa, Suara ‘Aisyiyah – Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Langsa Ismail Fahmi Arrauf mengisi kajian malam kamis di Mushalla Al-Amanah…
Berita

Pengajian PWM Jawa Tengah: Dakwah Itu Memajukan dan Menggembirakan

Kudus, Suara ‘Aisyiyah – Senin (25/4), Pengajian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah bersama Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menghadirkan pembicara Akhmad Arif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.