Ketua PWA Sumut Dukung Penguatan Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19 melalui Program “Tongkale”

Berita 8 Oct 2020 0 73x

Sumatera Utara, Suara ‘Aisyiyah- LLHPB PWA Sumatera Utara menyelenggarakan koordinasi membahas progress agenda kegiatan Program Keluarga dan Komunitas Lenting bersama pengurus LLHPB dan penerima manfaat program (20/09).

Koordinasi tersebut dihadiri oleh 12 orang peserta, yaitu: Ketua LLHPB ibu Jamila dan sekretaris LLHPB Sri Ngayomi, serta Koordinator Lingkungan Hidup LLHPB Isra Hayati, Ketua PCA Percut Murni Lubis, ibu – ibu PRA Utama 3 orang, PRA Medan Area 5 orang.

Menurut Ketua LLHPB pemanfaatan halaman rumah harus dilakukan oleh seluruh ‘Aisyiyah Sumut. Ia juga mengajak kelompok keluarga lenting sebagai corong LLHPB untuk menyuarakan kegiatan ini di seluruh PCA dan PRA se Kota Medan dan melakukan kerjasama antar Majelisnya dan lembaga PWA Sumut untuk menyampaikan ke PDA se Sumut. “Harapan saya, ketahanan pangan yang baik akan menguatkan resiliensi keluarga.” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PWA Sumut Hj. Elynita dalam kunjungan silahturahmi LLHPB ke kantor PWA Sumut (22/09) “Keberadaan LLHPB harus bisa dirasakan oleh seluruh warga ‘Aisyiyah se-Sumut, yakni kegiatan positifnya harus dilaksanakan oleh seluruh PDA se-Sumut. Karena tingkat Pandemi Covid di Sumut masih meningkat dan ini juga jadi kendala, tapi tetaplah lakukan sesuai kemampuan LLHPB yang dapat bekerjasama dengan lembaga dan majelis PWA Sumut” terangnya.

Program Tongkale ini ditujukan untuk kekuatan ketahanan pangan keluarga yang saat ini sedang menunggu untuk dipanen. Kendati demikian, kelompok keluarga lenting mencari kegiatan baru dalam memanfaatkan halaman rumah dan pemanfaatan sampah plastik yang tidak terurai, yakni menggerakkan kelompok untuk belajar di pertanian hidroponik. Hingga kegiatan ini bermanfaat dalam menjadikan sesuatu yang sederhana menjadi hal yang luar biasa.

Karena keterbatasan, hanya sebagian anggota saja yang mengikuti pelatihan cara bertanam hidroponik dan menanam di polibag dari sampah plastik refil minyak dan sabun. Kegiatan ini nyatanya menjadi pembelajaran yang menggembirakan dan bisa ditularkan di lingkungan. Kenyataannya setiap hari ada saja postingan yang menginspirasi anggota untuk membuat sesuatu yang bermanfaat dengan pengetahuan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), serta 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). (Ngayomi/ Adiba)

Leave a Reply