Keluarga Sakinah

Kiat Menjaga Hubungan Jarak Jauh Suami-Istri

long distance relationship
long distance relationship

long distance relationship (foto: istockphoto)

Oleh: Susilaningsih Kuntowijoyo

Salah satu model hubungan suami-istri yang banyak terjadi belakangan ini adalah model hubungan jarak jauh atau biasa disebut sebagai LDR (Long Distance Relationship). Maksudnya adalah bahwa suami dan istri tinggal pada tempat tinggal yang berjauhan, baik antar kota atau antar negara dalam waktu yang cukup lama, bahkan bisa bertahun-tahun. Hal itu dapat terjadi pada keluarga yang sudah mempunyai anak ataupun belum, bahkan terjadi juga pada suami-istri yang baru menikah. Keharusan tinggal berjauhan antara pasangan suami-istri biasanya terjadi karena adanya tuntutan pekerjaan, atau karena tugas belajar.

Model hubungan jarak jauh bagi suami istri sebenarnya sudah biasa terjadi sejak lama terutama di kalangan militer, pejabat, dan dosen atau pegawai yang sedang tugas belajar atau sering harus berpindah tempat tugas. Selama itu model hubungan jarak jauh tersebut rasanya tidak begitu menjadi masalah bagi suami-istri yang terkait. Hampir tidak ada kasus yang sangat mencuat tentang adanya keretakan hubungan antar suami-istri model jarak jauh itu.

Namun belakangan ini ketika persaingan kesempatan kerja menjadi semakin ketat dan tawaran beasiswa untuk studi lanjut semakin banyak maka jumlah pasangan suami-istri jarak jauh semakin meningkat, terutama pada kalangan pasangan muda. Banyak pasangan muda atau bahkan yang baru saja menikah terpaksa menerima kesempatan kerja atau tugas belajar di kota atau negara yang berjauhan dari tempat tinggalnya dan tidak dapat membawa serta pasangannya. Hal itu terjadi juga di kalangan muda dari semua tingkatan masyarakat.

Model hubungan jarak jauh bagi suami istri, baik yang sudah mempunyai anak maupun belum, sebenarnya tidak akan menjadi ancaman terhadap keretakan hubungan antar mereka ketika hal tersebut sudah disadari dan diniatkan demi kebaikan kehidupan keluarganya. Apalagi bila masing-masing suami-istri sudah berkomitmen untuk saling menjaga kelestarian hubungan mereka, serta membentengi diri dari gangguan-gangguan yang dapat menimbulkan keretakan hubungan antar keduanya.

Baca Juga: Membangun Keluarga dari Titik Kedalaman Makna

Dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi melalui media sosial yang semakin meningkat dan canggih menjadi sarana yang mudah dan nyaman untuk menguatkan ikatan hati. Sebenarnya hubungan suami-istri jarak jauh bahkan dapat meningkatkan ikatan yang semakin romantis antar keduanya, karena adanya keinginan untuk selalu saling dekat. Dan juga ketika pasangan suami-istri tidak bergaul setiap hari dapat menghindarkan terjadinya percekcokan yang ditimbulkan oleh adanya perbedaan-perbedaan kecil yang terjadi sehari-hari.

Akan tetapi, memang perlu diingat bahwa kemudahan hubungan via media sosial juga dapat menjadi ancaman ketika suami-istri jarak jauh itu memasuki lingkaran pertemanan di kota masing-masing. Media sosial memudahkan masing-masing pasangan untuk membina ikatan pertemanan di kota mereka tinggal dengan maksud hanya untuk sekedar menghilangkan rasa sepi atau sekadar menjadi teman curhat.

Ikatan pertemanan itu dapat terjadi antar teman kerja atau antar teman yang dikenalnya melalui media sosial. Apabila ikatan pertemanan itu terjadi antar lawan jenis dan antar keduanya tidak cukup mempunyai benteng hati yang kuat maka hubungan pertemanan itu bisa menjadi awal prahara hubungan suami-istri jarak jauh itu.

Secara psikologis, suatu ikatan pertemanan terjadi karena adanya persamaan rasa terhadap sesuatu, misalnya terhadap hobi, pemikiran, atau sikap tentang jenis kerjanya atau jenis belajarnya. Bagi ikatan pertemanan antar lawan jenis, adanya persamaan rasa tersebut dalam waktu yang cukup lama dapat menumbuhkan rasa cinta yang berujung pada perselingkuhan.

Oleh karena itu, bagi suami-istri yang jauh dari pasangannya haruslah sejak awal menyiapkan diri untuk tidak terjebak pada situasi yang dapat membahayakan hubungannya dengan pasangan masing-masing. Mereka perlu memiliki kesiapan mental, kemampuan berpikir positif dan mengendalikan emosi, serta mampu segera mengambil keputusan pada saat menghadapi permasalahan. Di samping itu, pasangan suami-istri jarak jauh juga harus mempunyai strategi atau kiat-kiat agar hubungan pernikahannya tetap harmonis dan langgeng.

Kiat Menjaga Keharmonisan Hubungan Suami-Istri Jarak Jauh

Ada beberapa kiat untuk menjaga agar suami-istri jarak jauh dapat tetap menjaga keharmonisan hubungan keluarganya. Di antaranya adalah membangun komitmen dan menjaga rasa saling percaya, katakan tidak untuk selingkuh dan ingat tujuan berada jauh dari pasangan serta perbanyak kegiatan positif, sering berkomunikasi dengan istri dan anak dan membuat jadwal kunjungan, selalu ingat Allah dan tujuan perkawinan.

Bagi pasangan suami-istri yang tinggal berjauhan maka sejak awal mesti harus membangun komitmen untuk selalu saling menjaga ikatan perkawinannya agar tetap utuh dan harmonis. Komitmen adalah suatu janji dalam hati yang terdalam yang dapat menjadikan seseorang untuk selalu merasa diarahkan untuk berperasaan, bersikap, dan berperilaku sebagaimana yang telah dijanjikan.

Adanya komitmen untuk saling menjaga ikatan perkawinan itu akan menjadi pengendali bagi suami-istri jarak jauh tidak mudah tergoda oleh godaan-godaan yang timbul terkait dengan hubungan laki-laki dan perempuan lain. Komitmen tersebut akan menjadi semakin kuat dengan hadirnya perasaan untuk selalu menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh pasangannya.

Selingkuh merupakan salah satu ancaman yang berbahaya bagi kelangsungan dan keharmonisan ikatan perkawinan. Selingkuh bukan hanya ancaman bagi pasangan suami-istri jarak jauh saja tapi juga bagi pasangan yang tinggal bersama. Tingginya tingkat perceraian di Indonesia mayoritas juga diakibatkan oleh adanya perselingkuhan. Selingkuh pun dapat terjadi pada pasangan yang mempunyai tingkat religiusitas yang rendah maupun yang tinggi. Oleh karena itu pasangan suami-istri jarak jauh memang harus berniat dan berusaha sungguh-sungguh untuk berkata tidak terhadap perselingkuhan, bahkan hal-hal yang mengarah ke sana, baik pada pihak yang di rumah maupun yang berada di tempat tugas.

Cara menanggulanginya di antaranya adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk mengisi waktu luangnya. Ingat pada tujuan berada jauh dari pasangannya juga merupakan cara untuk menjauhi kemungkinan perselingkuhan. Perlu juga masing-masing suami-istri memasang foto mereka berdua dan bersama anak bila sudah memilikinya, di ruang tidur dan di dompetnya.

Era media sosial memudahkan bagi suami-istri jarak jauh sering berkomunikasi melalui berbagai fitur yang ada pada alat-alat komunikasi. Keadaan tersebut sebenarnya bisa sangat mengurangi rasa rindu dan sepi yang sering muncul. Oleh karena itu, suami-istri jarak jauh mesti sering memanfaatkan sarana media sosial untuk saling berkomunikasi, juga dengan anak-anaknya. Bisa juga pada waktu-waktu tertentu membuat kesepakatan untuk nonton acara televisi atau film bersama dan saling memberi komentar melalui alat komunikasi yang ada. Sungguh, era alat komunikasi modern sangat membantu untuk merekatkan hubungan suami-istri jarak jauh.

Baca Juga: Peran Anak dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah

Namun perlu diingat bahwa apabila ingin menyampaikan suatu keadaan yang kurang baik mesti harus hati-hati agar tidak menimbulkan beban bagi pihak yang menerima berita. Agar komunikasi selalu berlanjut maka bagi yang mungkin perlu juga membuat jadwal kunjungan atau pulang menengok keluarga dengan frekuensi sesuai dengan kemungkinan waktu yang tersedia.

Pamungkas dari cara untuk menjaga keharmonisan hubungan pasangan suami-istri jarak jauh adalah ingat Allah, terutama ketika sedang mengalami kegundahan terhadap adanya gangguan perasaan terhadap lawan jenis yang bukan pasangannya. Di samping itu, suami-istri jarak jauh juga harus selalu ingat terhadap tujuan berkeluarga. Kehidupan berkeluarga bertujuan agar memperoleh ketenteraman hati dengan kuatnya hubungan kasih sayang antara suami-istri dalam rangka mencapai keluarga sakinah untuk memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. Sebagaimana tercantum dalam al-Quran surat ar-Ruum [30] ayat 21 yang artinya sebagai berikut.

Dan diantara tanda-tanda (kebesaran-)Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

Semoga bagi pasangan suami-istri jarak jauh selalu diberi kemudahan dalam dalam usaha untuk memperoleh kecukupan dan kesejahteran kehidupan berkeluarganya. Aamiin

Related posts
Anak

Aplikasi Budaya Membaca dalam Keluarga di Era Merdeka Belajar

Oleh: Wakhidah Noor Agustina* Dalam pendidikan Islam sebenarnya konsep merdeka belajar sudah ada, bahkan sudah diterapkan. Hal ini terbukti dengan perintah Allah…
Berita

PWA Sumatera Utara Adakan Pelatihan Konseling Keluarga dan Perkawinan

Medan, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Utara melalui Biro Informasi Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah (BIKKSA) mengadakan Pelatihan Konseling Keluarga…
Keluarga

Seni Mengelola Konflik dalam Rumah Tangga

Oleh: Rachmy Diana* Setiap pasangan yang menjalani pernikahan tentu mengharapkan adanya ketentraman dalam bahtera rumah tangganya. Hal ini berkesesuaian dengan tujuan pernikahan…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *