Berita

Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Sorong, Poltekkes Sorong Adakan Program Pencegahan Stunting pada Balita

Poltekkes Sorong

Poltekkes SorongSorong, Suara ‘Aisyiyah – Jurusan Gizi Poltekkes Sorong berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong dan Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sorong menyelenggarakan Webinar Pengabdian Kepada Masyarakat bertema “Pemanfaatan Sagu dan Ikan Gabus Sebagai Makanan Darurat dan Pencegahan Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun Di Kabupaten Sorong”. Kolaborasi ini diwujudkan dalam bentuk webinar yang diselenggarakan pada hari Sabtu, (16/10) secara daring.

Selain webinar, kolaborasi ini juga berencana dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pendampingan pada guru-guru PAUD di beberapa Taman Kanak-Kanak Kabupaten Sorong pada Tahun 2022. Tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan stunting selama 1000 hari pertama kehidupan, yakni melalui program gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, serta melalui sosialisasi pemanfaatan pangan lokal Kabupaten Sorong kaya gizi untuk menjadi makanan darurat dan bagian dari intervensi spesifik pada ibu hamil dan balita usia 2-5 tahun.

Kepala Seksi Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, Mustika A. Matto, dalam materinya menyampaikan rasa senang atas kolaborasi bersama Poltekkes Kemenkes Sorong dan Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sorong. Ia menjelaskan, “Kabupaten Sorong merupakan salah satu kabupaten lokus stunting, karena masih tinggi ditemukan kejadian stunting di Kabupaten Sorong”.

Baca Juga: Dakwah Kesehatan dalam Kongres Bayi Aisyiyah

Mustika melanjutkan, dalam pelaksanaannya, program ini akan berkerja sama dengan berbagai lintas sektoral, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong dan BKKBN Provinsi Papua Barat.

Ketua Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sorong mengatakan bahwa “Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sorong sangat bahagia bisa berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Sorong pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sorong juga memiliki program-program kesehatan. Sehingga, harapannya kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dilakukan kolaborasi program kesehatan  mendatang, selain pencegahan stunting pada balita”.

Direktur Poltekkes Kemenkes Sorong dalam hal ini diwakili oleh Ketua Program Studi DIII Gizi Poltekkes Kemenkes Sorong juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan hal yang menggembirakan dan bermanfaat. “Sudah menjadi tugas kita bersama untuk menurunkan angka stunting di Kota/Kabupaten Sorong, salah satunya dengan cara memanfaatkan pangan lokal kaya gizi sebagai makanan darurat, PMT ibu hamil dan MPASI pada balita,” ujarnya. (Anjar B-Poltekkes Kemenkes Sorong)

Related posts
Sejarah

Muktamar Ke-37 Yogyakarta, Muktamar Pertama Aisyiyah sebagai Organisasi Otonom Muhammadiyah

‘Aisyiyah berdiri pada 27 Rajab 1335 H atau bertepatan dengan 19 Mei 1917 M. Nama ‘Aisyiyah bermakna pengikut ‘Aisyah, istri Nabi Muhammad…
Tokoh

Andi Rasdiyanah, Rektor Perempuan Pertama Perguruan Tinggi Islam Negeri Itu adalah Kader Aisyiyah

Andi Rasdiyanah lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan pada 14 Februari 1935. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya meninggal ketika ia…
Berita

Cerahkan Peradaban Bangsa, RSIJ Cempaka Putih dan Muhammadiyah-Aisyiyah Gelar Semiloknas

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – Muhammadiyah-‘Aisyiyah melalui Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah, MPKU PP Muhammadiyah, dan RSIJ Cempaka Putih mengadakan kegiatan Seminar dan Lokakarya…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.