Kontribusi MDMC dalam Upaya Penanggulangan Bencana

Berita 28 Okt 2021 0 71x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Senin (26/10), akun YouTube @tvMu Channel menggelar acara Dialektika tvMu dengan mengangkat tema “Kerusakan Alam dan Perubahan Iklim”. Acara ini menghadirkan Budi Setiawan selaku Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sebagai narasumber.

Menurut Budi Setiawan, MDMC melakukan upaya untuk memantau adanya perubahan cuaca mulai dari kota Sabang sampai dengan Papua. Hal ini dilakukan dengan cara memantau adanya informasi yang masuk dari setiap kota melalui platform media sosial. Apa yang dilakukan MDMC ini kemudian mendapatkan respons yang positif dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) berupa informasi akurat terkait cuaca yang terjadi di Indonesia.

Budi menjelaskan, MDMC bekerja sama dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Muhammadiyah yang memahami persoalan mengenai perubahan iklim di Indonesia dengan tujuan supaya dapat mengupayakan recovery perbaikan lingkungan. “MDMC belum bisa mengubah tata hutan, namum kami terus mengupayakan advokasi dan sosialisasi bersama Majelis Lingkungan Hidup terhadap masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Di Tengah Perubahan Iklim, Apa yang Dapat Kita Lakukan?

Menurut Budi, MDMC juga bergerak di sektor penanggulangan bencana, melakukan upaya penyadaran kepada masyarakat melalui relawan-relawan Muhammadiyah di lapangan, dan melakukan pengurangan risiko bencana dengan mitigasi.

Upaya penanggulangan bencana lainnya dilakukan bersama Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) ‘Aisyiyah. Kerja sama itu diwujudkan melalui upaya penanaman pohon Mangrove di beberapa tempat. “Di pantai selatan di Jawa, kita sudah melakukan penanaman pohon Mangrove dan nantinya akan kita tanamkan lagi di pantai utara di Jepara,” jelas Budi.

MDMC mendapatkan dukungan oleh pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup, dengan harapan tumbuhnya kesadaran masyarakat tentang penanggulangan bencana. “Pengurangan risiko bencana yang kita mulai adalah dari berbasis pemahaman lingkungan, berbasis pada manusia yang tidak boleh melakukan kerusakan. Maka kami terus mengupayakan sedikit demi sedikit usaha untuk penanggulangan bencana,” pungkas Budi Setiawan. (septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *