Krisis Oksigen, 250 Tabung Oksigen Muhammadiyah Yogyakarta Ditarik Vendor

Berita 14 Jul 2021 0 122x
Berita Aisyiyah

Krisis tabung oksigen

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Terus meningkatnya angka kasus Covid-19 berimbas pada sulitnya akses terhadap oksigen. Kesulitan itu tidak hanya dialami oleh warga yang tengah melakukan isolasi mandiri, tapi juga dialami oleh beberapa rumah sakit.

Terbaru (13/7), tabung oksigen RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta ditarik oleh vendor. Total ada 250 tabung oksigen yang ditarik. Penarikan tabung oksigen tersebut karena RS mengisi oksigen di tempat lain.

Mohammad Komarudin selaku Direktur RS PKU Muhammadiyah melalui kompas.com menjelaskan bahwa penarikan tabung oksigen itu merupakan dampak dari peristiwa tanggal 4 Juli 2021. Pada hari itu, stok oksigen cair di RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta sedang menipis.

“Tanggal 4 pas bersamaan dengan Sardjito itu keadaan benar-benar kritis hitungan kita kan hitungan jam kita sudah habis. Pasokan liquid tidak jelas sehingga saya harus menyelamatkan pasien mengisi tabung yang kosong,” ungkap Komarudin saat dihubungi pada Selasa (13/7).

Baca juga: Segera Lakukan Proning Jika Saturasi Oksigen Menurun! Begini Caranya

Di tengah menipisnya stok itulah RS memilih untuk mengisi oksigen di tempat lain. “Tabung yang kosong milik vendor tertentu saya isi ke vendor yang lain,” jelas Komarudin.

Secara prosedural, apa yang dilakukan oleh RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta memang tidak dibenarkan. Komarudin pun menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan menyelamatkan nyawa pasien.

Komarudin mengakui bahwa pihaknya masih membutuhkan bantuan dari vendor yang menarik tabung oksigen tersebut karena selama ini bisa mem-back-up secara rutin ketersediaan oksigen di RS PKU Muhammadiyah.

Karena kejadian tersebut, saat ini pihak RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta tengah berupaya mengatasi kelangkaan tabung oksigen di rumah sakit. Langkah yang dilakukan RS adalah dengan melakukan pengadaan tabung oksigen secara mandiri.

“Kita pengadaan tabung sendiri. Ini mengisi sendiri. Semalam kita berangkatkan ke Sidoarjo. Kita bawa 150 tabung dan isi ke Sidoarjo untuk backup liquid. Tidak boleh ada kekosongan,” jelas Komarudin.

Mengetahui kejadian tersebut, Alim yang mewakili dokter Muhammadiyah menyampaikan keluhannya. “Dalam kondisi normal, rumah sakit memang tidak boleh ngisi oksigen ke vendor selain yang minjemi tabung. Itu aturan bisnisnya. Akan tetapi, kasusnya ini adalah saat stok oksigen RS sangat limit, vendor tsb tidak memberi kepastian refill sesuai dengan sisa stok oksigen yang ada di RS. Karena itu RS terpaksa ngisi di vendor lain demi keselamatan pasien,” tulis Alim di akun facebook-nya pada Selasa (13/7). (Tami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *