Berita

Kuatkan Nilai Toleransi dan Peduli Lingkungan, Nasyiatul Aisyiyah Siapkan Modul Eco-Bhinneka

Jakarta, Suara ‘AisyiyahPimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PP NA) telah menyelenggarakan Kajian Tematik Penyusunan Modul ToT (Training of Trainer) Eco Bhinneka Nasyiatul ‘Aisyiyah. Kegiatan tahap awal ini dilaksanakan secara daring, Sabtu (23/4).

Peserta yang berpartisipasi berasal dari kader Nasyiatul ‘Aisyiyah dari pusat, wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta daerah Banyuwangi dan Surakarta. Peserta lainnya dari PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), PP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan PP Pemuda Muhammadiyah (PP PM). Untuk peserta dari lintas iman ada perwakilan dari umat Hindu, Protestan, dan Katolik.

Turut hadir pula Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP ‘Aisyiyah. Pengurus Perkumpulan Disabilitas Indonesia (PPDI) juga hadir dan berkontribusi berbagi ilmu dalam forum. Acara terselenggara atas kerja sama antara JISRA Muhammadiyah dan PP Nasyiatul ‘Aisyiyah.

Kegiatan yang digelar selama lima jam tersebut memfokuskan pada materi-materi yang menunjang program Eco Bhinneka, antara lain materi kebhinekaan/keberagaman, kelestarian lingkungan hidup, dan persoalan stunting dari analisis GEDSI (Gender, Equality, Disabilitas, and Social Inclussion). Hadir memberikan materi antara lain Ahmad Najib Burhani, Hening Parlan, Khotimun Sutanti, dan Nurlia Dian Paramita.

Najib Burhani, Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora, BRIN, menyebutkan bahwa modal kebhinekaan ada pada bahasa, etnis, suku, dan sebagainya. Sedangkan modal keagamaan ada enam agama di Indonesia, untuk umat Islam sendiri ada pada dua organisasi masyarakat yang besar: Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Untuk modal toleransi, Indonesia memiliki sejarah kuat tentang toleransi agama dan hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan. Tiga modal sosial itulah yang akan menguatkan bangsa Indonesia.

Sementara itu, Hening Parlan menyampaikan bahwa agama telah memberikan panduan nilai dalam upaya penyelamatan lingkungan. “Konsep teologi lingkungan sebagai upaya penyelamatan lingkungan dilakukan dengan pendekatan nilai-nilai agama. Islam memandang lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari keimanan seseorang,” tutur Ketua Divisi Lingkungan Hidup LLHPB PP ‘Aisyiyah itu.

Baca Juga: MLH PP Muhammadiyah dan Eco-Bhinneka Berkomitmen Rawat Kerukunan Umat Beragama melalui Aksi Lingkungan

Eco-Bhinneka merupakan gagasan yang memadukan tujuan untuk mewujudkan toleransi dengan upaya pelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Kegiatan-kegiatan Eco-Bhinneka nanti diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai konflik intoleransi dan juga krisis kepedulian terhadap lingkungan di negeri ini. Dengan berbagai alasan itulah tim Eco-Bhinneka PP Nasyiatul Aisyiyah memandang perlu untuk menyusun sebuah modul sebagai panduan bagi pendamping/fasilitator yang kelak menjadi agen perubahan dalam membentuk atau merawat kehidupan bermasyarakat yang toleran dengan pendekatan kelestarian lingkungan. Seperti tagline Eco Bhinneka “Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan.”

Khotimun Sutanti, Ketua Bidang Kemasyarakatan PP Nasyiatul Aisyiyah menjelaskan keterkaitan isu stunting, gender, dan inklusi sosial dengan gerakan Eco-Bhinneka. Di dalam Eco-Bhinneka bisa digali bersama keterkaitan pencegahan stunting dengan lingkungan. Dari situ nanti ada jembatan untuk membangun interaksi yang intensif antara kelompok lintas agama. Bergerak bersama mencegah stunting yang kaitannya dengan lingkungan karena sanitasi merupakan faktor yang paling penting dalam pencegahan stunting.

Lebih lanjut, Nurlia Dian Paramita, Ketua Bidang Organisasi dan Kerja Sama PP Nasyiatul Aisyiyah menuturkan bahwa program Eco-Bhinneka harus melibatkan perempuan dan anak dalam setiap kegiatan dan capaian hasil akhir, sehingga targetnya adalah mampu mengubah perilaku. Menggalakkan sosialisasi di tingkat desa dengan kampanye melibatkan perempuan dalam mewarat lingkungan.

Alhamdulillaah dengan adanya kegiatan ini, banyak pencerahan dari narasumber, sehingga program Eco-Bhinneka ke depannya yang sudah terencana dan tersusun secara bertahap, akan bisa terlaksana dengan baik,” harap Fatihatul Jannah, Fasilitator Eco-Bhinneka regional Surakarta.

Fitriyanti Anggraini, peserta dari fasilitator regional Banyuwangi menyebutkan bahwa lingkungan hidup yang lestari merupakan tempat manusia bergantung. Pembangunan ekonomi yang mengesampingkan keseimbangan ekologi dapat berakibat buruk bagi kehidupan.

Adapun Rivandi dari MLH PP Muhammadiyah menyarankan untuk kegiatan penyusunan modul tahap II, salah satu narasumber bisa dari tokoh lintas iman.

“Kegiatan sangat positif dan memberi ruang antarumat beragama untuk bergerak bersama melalui isu kebhinekaan dan ekologi,” ujar Jimmy Sormin perwakilan dari PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia).

Intan Mustikasari dari tim Eco-Bhinneka Muhammadiyah menyatakan bahwa kegiatan ini keren dan konsepnya bagus. Bisa menjadi wadah berbagi praktik baik fasilitator daerah dalam membuat konten modul Eco-Bhinneka yang dibutuhkan pada sasaran regional program atau bahkan secara nasional.

“Sangat menarik sekali kajian tematik Eco-Bhinneka Nasyiatul Aisyiyah kali ini. Semoga dalam kegiatan penyusunan modulnya dapat berjalan lancar,” ucap Fathiyah Dwi Astuti, peserta dari LLHPB PP ‘Aisyiyah. (winda/sb)

Related posts
Berita

Dapat Ide saat KKN dan Buat Film saat Skripsi, Film Subuh Kembali Menang Festival

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Film Subuh (Miracle at Dawn)  memperoleh apresiasi. Film ini terpilih Family Sunday Movie edisi April 2022 yang dihelat…
Berita

PCNA Jati Kudus Adakan Ramadhan Training Nasyiatul Aisyiyah

Kudus, Suara ‘Aisyiyah – Bertempat di KB ‘Aisyiyah Melati Jati Kulon, Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Jati mengadakan Ramadhan Training Nasyiatul Aisyiyah…
Berita

Nasyiatul Aisyiyah Moropelang Gelar Seminar Kesehatan dan Kecantikan

Lamongan, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Ranting Nasyiatul ‘Aisyiyah (PRNA) Moropelang bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Babat menyelenggarakan seminar kesehatan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.