Berita

Lahirkan SDM Sehat dan Berkualitas, PDA Tuban Dukung Langkah Pencegahan Stunting

Tuban, Suara ‘AisyiyahSebagai negara yang masuk ke dalam 5 (lima) besar penderita stunting di Asia Tenggara, Pemerintah Indonesia telah fokus melakukan berbagai upaya guna mencegah dan mengurangi anak dengan kondisi stunting. Stunting pada anak memang harus menjadi perhatian dan diwaspadai. Kondisi ini dapat menandakan bahwa nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik. Jika dibiarkan tanpa penanganan, stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang kepada anak.

Pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan. Berdasarkan hal itu, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Tuban, Neffi Mudholifati hadir dalam Workshop Pencegahan dan Pengobatan Stunting yang digelar Dinas Sosial P3A, Dinas Kesehatan, dan ‘Aisyiyah, Selasa (5/7). Workshop berlangsung di Desa Banjarejo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

Neffi menjelaskan, pemenuhan hak-hak manusia di antaranya adalah perbaikan kesehatan anak. Kesehatan merupakan investasi sumber daya manusia serta memiliki kontribusi yang besar untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia. Oleh karena itu, menjadi suatu keharusan bagi semua pihak untuk memelihara, meningkatkan, dan melindungi kesehatan demi kesejahteraan seluruh masyarakat. “Keadaaan gizi yang baik merupakan prasyarat utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas,” jelasnya.

Beberapa tahun belakangan ini, kata Neffi, istilah stunting menjadi populer karena menjadi salah satu masalah gizi yang perlu penanggulangan serius. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) yang diakibatkan oleh dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir. Akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Baca Juga: Stunting: Masalah Bangsa, Masalah Kita

Kejadian stunting, lanjut dia, dapat dicegah dengan berbagai cara. Hal yang paling penting adalah mempersiapkan calon ibu agar cukup gizi pada saat hamil, salah satunya dengan program pendampingan seribu hari pertama kehidupan. Cara pencegahan yang lain adalah memberikan ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI, pemberian pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang baik kepada anak.

Pemberian pola makan dengan memberikan setengah piring sayur dan buah. Setengah piring lagi makanan pokok berupa karbohidrat dan lauk pauk yang mengandung protein hewani dan nabati. “Stunting menjadi penyebab rendahnya kualitas sumber daya manusia untuk bersaing di tingkat global. Kepedulian kita pada masalah stunting tidak boleh setengah-setengah karena anak-anak adalah penerus kita untuk pembangunan bangsa,” tegasnya.

Menjadi suatu keharusan bersinergi dengan semua pihak dan memastikan hubungan kerja sama yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan, untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkualitas. Oleha karena itu, Neffi berharap 30 kader yang mengikuti workshop dan menerima sertifikat saat itu tidak berhenti di situ. Setiap kader diminta membuat Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL).

“Agar benar-benar ada tindak lanjut setelah workshop, maka hal ini bisa disosialisasikan di acara-acara pengajian, PKK, dan sebagainya untuk berbagi ilmunya yang sudah didapatkan dari workshop, sehingga percepatan penurunan stunting segera bisa tercapai,” harapnya. “Marilah bersama-sama terus berusaha melakukan perbaikan-perbaikan dalam rangka mewujudkan generasi penerus yang berkualitas,” imbuhnya.

Neffi juga menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Bancar yang telah memberikan fasilitas sarana dan prasarana sehingga kegiatan tersebut terlaksana dengan baik. Dipilihnya Kecamatan Bancar sebagai tempat workshop, menurut dia, karena ditemukan beberapa kasus stunting. (Iwan Abdul Gani/sb)

Related posts
Berita

Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan, PDA Tuban Gelar Diklat Pimpinan Perempuan Berkemajuan

Tuban, Suara ‘Aisyiyah – ‘Aisyiyah merupakan bagian dari masyarakat sipil di Indonesia yang telah terlibat aktif serta kreatif dalam pendidikan, terutama kaum…
Berita

Warsiti Jelaskan Multifaktor dan Multidampak Stunting

Garut, Suara ‘Aisyiyah – Warsiti, Ketua Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah mengatakan bahwa upaya meningkatkan asupan gizi pada anak bukanlah hal yang mudah,…
Berita

Peringati Hari Gizi Nasional 2023, Aisyiyah Dorong Sinergi Multipihak untuk Mencegah Stunting

Garut, Suara ‘Aisyiyah – Program Inklusi ‘Aisyiyah bersama Pemerintah Kabupaten Garut mengadakan Webinar dengan tema “Cegah Stunting: Isi Piringku Kaya Protein Hewani”….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *