Langkah Awal Penerapan Go Green di Lingkungan Keluarga Melalui GACA

Berita 23 Mar 2021 0 138x
Berita Aisyiyah

Pelaksaan Kegiatan Green Aisyiyiyah

Denpasar, Suara ‘Aisyiyah – Go green merupakan program kerja LLHPB yang bertujuan untuk mengubah gaya hidup dengan mengurangi tingkat polusi dan sampah. Melalui program webinar, “Green’Aisyiyah dalam Penerapan GACA” yang diselenggarakan pada Ahad (21/3).

Kegiatan ini diinisiasi dengan Dirjen Pengelolaan Limbah Sampah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) dan juga LLHPB PWA Bali. Webinar diikuti oleh PWA Bali, PDA se-Bali, guru-guru IGABA, visitator dari IPM, IMM, IMMAWATI, NA, semua badan pembantu pimpinan ‘Aisyiyah Bali, LLHPB Indonesia, dan Majelis Kesejahteraan Sosial Indonesia.

Takwalin selaku Ketua Pimpinan ‘Aisyiyah Bali dalam sambutannya mengenalkan awal mula GACA sebagai gerakan masif dalam rangka menggerakan program yang secara terus menerus dan kokoh agar mencapai titik yang berkemajuan. LLHPB PWA Bali sebagai leading sector dalam gerakan cinta anak.

Setyarti selaku Ketua LLHPB Bali sebagai moderator dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa program GACA akan bersinergi dengan Majelis Kesejahteraan Sosial, Majelis Dikdasmen, lintas majelis dan Lembaga, serta SD 3 sebagai pilot project, dan diikuti pula oleh TK ABA 2.

Harapan kedepannya akan muncul green school di Amal Usaha ‘Aisyiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah. “Alhamdulillah saat ini telah membentuk tim Relawan ‘Aisyiyah. Harapannya semoga kegiatan ini dapat terus melakukan inovasi parenting daring pada masa pandemi. Komite juga diharapkan ikut ambil peran dengan kreatif dan inovatif. Sinergi sangat baik dan dapat menciptakan ramah anak lingkungan, cinta anak, memfasilitasi orang tua, guna membentuk green school, serta menciptakan kenyaman dalam tumbuh kembang anak,” jelas Seryarti.

Dirjen Pengelolan Limbah Sampah, Sampah dan Bahan Beracun (PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati, menyampaikan bahwa penanganan sampah dimulai dari diri sendiri. Sedangkan kunci utama dalam rumah atau keluarga adalah sosok ibu. Ibu yang mengajarkan anaknya sebagai bentuk salah satu upaya membantu program pemerintah.

KLHK (Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) sudah melakukan MOU dengan hantaran online (gojek dan grab), hantaran dengan menggunakan tas pakai ulang. Demikian halnya dengan TPA di seluruh Indonesia sekitar 60% masih open dumping, sampah dibuang begitu saja di tanah lapang. “Mari kita bersama-sama mengolah sampah dan tidak membuang sampah begitu saja dan tidak pada tempatnya,” jelas Rosa.

Kontributor: Nove – Narahubung LLHPB PWA Bali

 

Tinggalkan Balasan