Kalam

Lemah Lembut dalam Berdakwah

Oleh: Tito Yuwono*

Berdakwah dilakukan

Mengajak ke jalan kebaikan

Mesti dengan keteladanan

Mudah kembali kepada kebenaran

 

Lemah lembut dan memberikan kabar gembira

Adalah perintah Rasul yang mulia

Agar umat tidak lari kemana-mana

Beragama dengan gembira, dalam rida-Nya

***

Dakwah adalah sebuah ibadah yang mengajak orang lain dalam kebaikan. Dengan dakwah, agama yang mulia ini akan terimplementasi di masyarakat. Ketika masyarakat melaksanakan/menerapkan agama dengan baik, maka akan menjadi masyarakat yang tentram, aman dan diridai. Tugas para Rasul pun juga untuk berdakwah kepada umatnya. Ketika umatnya telah melenceng dari agama, maka para Rasul mengingatkan umatnya untuk kembali kepada jalan Allah SWT.

Orang yang menyeru ke jalan Allah SWT dan beramal saleh dipuji oleh Allah SWT sebagaimana dalam Q.S Fussilat ayat 33:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

Artinya, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

Karena tujuannya mengajak pada kebaikan, maka dakwah pun juga dilakukan dengan cara-cara yang baik. Keteladanan adalah dakwah yang sangat baik untuk mengajak seseorang dalam kebaikan. Sikap lemah lembut akan membuat orang menjadi tertarik untuk mendekat. Ini merupakan akhlak yang sangat baik, yaitu akhlak yang Rasulullah SAW contohkan. Allah SWT memuji Rasulullah SAW karena akhlaknya yang agung. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S al-Qalam ayat 4:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

Baca Juga: Dosa Pemutus Silaturahim

Sebaliknya, dakwah yang dilakukan dengan kasar dan keras akan mengakibatkan orang lain sakit hati. Karena sakit hati bukannya mendekat malah menjauh dari kita. Sehingga objektif/tujuan dakwah tidak tercapai. Allah SWT berfirman dalam Q.S Ali Imran ayat 159:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya, “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Dengan kelembutan serta memberikan kabar gembira akan menjadi motivasi masyarakat untuk meraih kebaikan. Sehingga ketika berdakwah mestinya diutamakan memberikan kabar gembira, bukan banyak menakut-nakuti. Hal ini sebagaimana pesan Rasulullah SAW kepada sahabat Muadz bin Jabal dan Abu Musa ketika Rasul mengutus mereka berdua ke Yaman.

يَسِّرَا وَلَا تُعَسِّرَا وَبَشِّرَا وَلَا تُنَفِّرَا وَتَطَاوَعَا وَلَا تَخْتَلِفَا

Artinya, “Mudahkanlah, janganlah mempersulit, gembirakanlah dan jangan membikin manusia lari (dari kebenaran) dan saling membantulah (dalam melaksanakan tugas) dan jangan berselisih” (HR Imam Al-Bukhari)

Dakwah dengan kelembutan serta mempermudah dan menggembirakan insyaa Allah akan mudah diterima masyarakat, dan ini merupakan pesan Nabi kita yang mulia. Mari bedakwah dengan lembut dan beragama dengan gembira. Seseungguhnya Allah SWT Maha Lembut dan mencintai kelembutan.

Wallahu a’lamu bishshowab. Nashrun minallahi wa fathun qarib.

*Dosen Jurusan Teknik Elektro-Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Sekretaris Majelis Dikdasmen PCM Ngaglik, Sleman, dan Ketua Joglo DakwahMu Almasykuri Yogyakarta

Related posts
Kalam

Antara Riya’ dan Dakwah

Oleh: Saptoni, M.A.* Salah satu tindakan tercela dan sangat dilarang dalam agama Islam adalah riya’, atau yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia…
Berita

Terima Wakaf Rumah, PDA Tuban Akan Gunakan untuk Dakwah Rahmatan Lil ‘Alamin

Tuban, Suara ‘Aisyiyah – Keluarga Yulistiana dengan tulus dan ikhlas mewakafkan sebuah rumah yang berlokasi di Jl. Tonny Koeswoyo Nomor 3, Kelurahan…
Kalam

Akhlak dalam Berdakwah

Oleh: Tri Yaumil Falikah* Dakwah memiliki kedudukan yang sangat penting dalam penyebaran agama Islam. Oleh karena itu, dakwah merupakan kewajiban bagi setiap…

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *