Lewat ICAS 2020, ‘Aisyiyah Bangun Sistem Pengetahuan Umat

Berita 3 Oct 2020 0 82x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah- Di tengah deru pandemi, kesyukuran dan kesabaran membuat ‘Aisyiyah menjadi semakin matang, dan bijak menghadapi tantangan dan mengambil peluang dakwah. Lewat International Conference on ‘Aisyiyah Studies (ICAS) 2020, ‘Aisyiyah terus bergerak memberi manfaat untuk umat dan negeri di tengah pandemi. Walau dilaksanakan secara virtual, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah berharap tidak mengurai makna dari acara yang sangat penting ini (03/10).

Hasil kerjasama dari berbagai pihak seperti ‘Aisyiyah Center Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah PP ‘Aisyiyah, dan Lembaga AIK Perguruan tinggi Muhammadiyah- ‘Aisyiyah. ICAS dilaksanakan secara berseries sebanyak empat kali disetiap Sabtu bulan Oktober, dengan lebih dari 1000 peserta yang hadir via zoom dan youtube. Pun, turut mengundang pembicara internasional dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, US, Mesir, Thailand dan lainnya. 

“Hikmah dilaksanakan secara virtual, kita dapat memanfaatkan seminar sebaik mungkin. Mengingat seminar ini dihadiri oleh berbagai pihak yang menguasai berbagai bidang, yang tertarik terhadap isu-isu kontemporer, global dan lokal yang sering lepas dari pemikiran kita. Tentu, hal ini dapat kita jadikan inspirasi untuk gerakan yang lebih luas nantinya,” ungkap Siti Noordjannah Djohantini, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah. 

Ia berharap, acara ini tidak berhenti disini. “Tentu sangat bagus jika dilanjutkan, oleh siapapun. Bukan untuk riya dan berbangga diri. Namun untuk refleksi perjalanan histori kehidupan pergerakan perempuan muslim indonesia,” paparnya. 

Pengalaman-pengalaman ‘Aisyiyah di manapun di berbagai sudut negeri ini, ke depan perlu dieksplorasi untuk menjadi sistem pengetahuan yang berguna dan inspiratif bagi gerakan perempuan, gerakan Islam, dan gerak keumatan kini dan akan datang. Sistem pengetahuan ini dapat ditumbuhkan melalui riset-riset akademik maupun partisipatoris, baik yang dilakukan oleh kalangan akademisi, peneliti, aktivis, penggerak ‘Aisyiyah, penggerak masyarakat, maupun kalangan kritis.

Dalam kesempatan tersebut, Warsiti, Rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) mengungkap bahwa ICAS salah satu upaya mewujudkan dan membangun pengetahuan komprehensif  tentang Aisyiyah. Sehingga pengalaman yang dimiliki ‘Aisyiyah tidak hanya menjadi kekayaan organisasi, namun diketahui dan menjadi kekayaan publik hingga menjadi pusat rujukan belajar.

Mengingat gerakan ‘Aisyiyah yang telah lebih dari 1 abad ini, telah menorehkan karya nyata untuk bangsa, memberi makna pada perjuangan umat Islam, perempuan dan keluarga Indonesia. “Pun pengalaman ‘Aisyiyah dengan program pemberdayaan, tokoh inspiratif, wacana-wacana yang mendorong untuk maju, amal usaha, terobosan yang menjadi pengalaman inspirasi ‘Aisyiyah di pelosok negeri,” pungkasnya. 

Dalam keynote speechnya Muhadjir Effendi, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (PMK) mengungkap bahwa ‘Aisyiyah perintis pendidikan. Dibuktikan dipeloporinya ‘Aisyiyah Frobel School (TK ABA), merupakan sekolah yang diinisiasi oleh pribumi kala itu.

Menurutnya, Muhammadiyah-‘Aisyiyah luar biasa. Kyai Ahmad Dahlan lewat dakwah al-Maun dapat menggerakkan adanya rumah sakit, sekolah dan lain sebagainya. “Bayangkan jika seluruh ayat al-Quran dapat diterapkan demikian,” paparnya. 

Muhadjir juga meminta keterlibatan ‘Aisyiyah dalam program kementerian PMK dalam pendidikan pra nikah. “Saya mohon dukungan betul dari ‘Aisyiyah supaya pendidikan pra nikah dilaksanakan dengan baik agar keluarga baru akan berkembang dengan baik.”

Pendidikan pra nikah penting untuk diperhatikan. Guna terciptanya keluarga baru yang berkembang dengan baik. Sehingga tidak hanya menyiapkan sah secara agama saja, tetapi juga menyiapkan reproduksi, membuat perencanaan rumah tangga dan secara ekonomi siap. Agar tidak munculnya rumah tangga miskin baru.

Ia juga berharap, agar covid-19 segera bisa untuk dikendalikan, dan dapat mencari langkah pemulihan ekonomi Indonesia yang sedang hibernasi. “Semoga ekonomi Indonesia segera membaik di kuartal pertama 2021,” paparnya. (Gustin Juna)

 

Leave a Reply