Literasi Digital Tingkatkan Keberdayaan Ekonomi Perempuan

Wawasan Wirausaha 4 Mei 2021 0 70x
Literasi Digital

Literasi Digital (foto: freepik.com)

Oleh: Tri Hastuti N

Salah satu ciri revolusi industri 4.0 ialah perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang sangat cepat. Gelombang revolusi industri 4.0 ini telah membawa perubahan mendasar, yaitu berkembangnya kreatifitas dan inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi. Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah mendisrupsi berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah bidang ekonomi.

Berbagai aktivitas ekonomi telah mendasarkan pada teknologi informasi untuk mampu bersaing dan tetap eksis keberadaannya. Untuk merespons kemajuan teknologi ini, pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi penting baik di tingkat pemerintah maupun swasta.

Baca Juga

Membangun Masyarakat Kreatif dan Produktif

Perkembangan media digital memberi peluang meningkatnya bisnis e-commerce dan berbagai lapangan pekerjaan baru berbasis media digital, khususnya di bidang jasa (transportasi, jasa analisis media) serta melahirkan technopreneurs. Bahkan saat ini sudah berkembang konsep yang namanya co-working space akibat dari perkembangan teknologi informasi ini.

Indonesia merupakan salah satu negara yang tingkat penggunaan internet dan media sosialnya cukup tinggi. Hal ini berarti bahwa peluang dan tantangan semakin besar untuk mengembangkan usaha-usaha dan bisnis berbasis digital. Akan tetapi, hal ini juga akan menjadi sebuah masalah jika kita tidak mampu beradaptasi memanfaatkan perkembangan teknologi informasi ini.

Perempuan Berdaya

Perempuan menjadi salah satu kelompok yang tertinggal dalam memperoleh manfaat atas perkembangan teknologi informasi. Perubahan teknologi lazimnya akan mendorong transformasi struktural dan meningkatkan pendapatan secara merata, termasuk pada kelompok-kelompok perempuan. Oleh karena itu, meningkatkan akses perempuan pada teknologi menjadi sebuah keniscayaan karena akan berdampak pada perubahan secara mendasar pada peningkatan pendapatan perempuan.

Meningkatnya pendapatan perempuan berarti akan mengurangi angka kemiskinan pada perempuan. Selama ini wajah kemiskinan adalah wajah perempuan. Maka salah satu cara untuk mendorong pemerataan pendapatan adalah dengan memberikan akses penguasaan teknologi kepada kelompok perempuan.

Baca Juga

Teknologi Netral Gender: Membantah Mitos Teknologi sebagai Dunia Laki-laki

Salah satu poin penting dari Deklarasi Beijing tahun 1995 adalah kesetaraan akses dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi bagi kaum perempuan dan laki-laki. Hal ini didasarkan pada keprihatinan atas ketertinggalan perempuan dalam akses teknologi informasi yang berdampak pada kemiskinan.

Salah satu refleksi penting atas pelaksanaan MDGs tahun 2000-2015, target yang tidak  tercapai dalam MDGs adalah akses internet untuk kelompok perempuan. Ketidaktercapaian ini menjadi dasar dalam menyusun indikator SDGs yang mendorong kesetaraan gender dengan menekankan peningkatan penggunaaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pemberdayaan perempuan.

Hafkinn dan Taggart (2001: 25) mengidentifikasi beberapa faktor penghambat bagi perempuan dalam mengakses teknologi informasi di beberapa negara berkembang antara lain sebagai berikut. Pertama, angka buta huruf dan tingkat pendidikan. Perempuan memerlukan kemampuan membaca dan pendidikan untuk membuat pesan-pesan sederhana, navigasi internet, dan mengoperasikan beberapa software.

Kedua, kemampuan menguasai bahasa disebabkan bahasa Inggris sangat dominan sebagai bahasa internet dan sebagai bahasa pengantar internasional. Ketiga, ketersediaan waktu bagi perempuan untuk belajar internet. Sebagian besar perempuan waktunya digunakan untuk mengurus anak dan keluarga serta anggapan bahwa teknologi adalah domain laki-laki bukan perempuan.

Oleh karena itu, pesatnya perkembangan teknologi informasi harus menjadi peluang bagi perempuan untuk mengembangkan diri. Harus ada kebijakan-kebijakan yang disediakan bagi kelompok perempuan untuk memiliki kesetaraan dalam mengakses teknologi informasi (internet) sehingga mereka berdaya secara ekonomi. Semua elemen baik pemerintah maupun swasta serta organisasi-organisasi sosial harus mendukung ketersediaan akses bagi perempuan untuk mendapatkan akses penguasaan teknologi informasi untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Tinggalkan Balasan