Literasi Ekonomi Digital di Cabang dan Ranting

Literasi Keuangan 18 Feb 2020 0 276x

“Dan (Dia berkata): “Hai kaumku, berbuatlah/bekerjalah menurut kemampuanmu, Sesungguhnya akupun berbuat/bekerja (pula)….”

(Q.S. Hud: 93)

“Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang  dengan tangannya dan setiap jual-beli yang mabrur.”

(HR. Ahmad, al-Bazzar, ath-Thabrani)

Masalah ekonomi merupakan salah satu problem bangsa berkepanjangan yang harus dihadapi dan dicari solusinya oleh seluruh anak bangsa. Untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dapat dilakukan dengan memanfaatkan media yang ada, termasuk media online.

Saat ini, penggunaan alat teknologi digital bukan hanya monopoli orang-orang kota atau kalangan terdidik saja, tetapi sudah meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan dengan berbagai kelompok usia. Kemajuan teknologi tersebut harus disikapi secara bijak dengan mengarahkan pemanfaatannya terhadap hal-hal positif seperti literasi digital yang ditujukan bagi upaya peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Pilar Kemakmuran Bangsa”, yang menjadi tema Tanwir 1 ‘Aisyiyah di Surabaya,  perlu ditindaklajuti dengan gerakan masif yang dilakukan sampai ke akar rumput yang menjadi tanggung jawab Pimpinan Cabang dan Ranting sebagai ujung tombak gerakan. Sejalan dengan kemajuan teknologi digital , hendaknya dilakukan upaya-upaya literasi digital untuk menggerakkan kegiatan ekonomi  di tingkat Cabang  dan Ranting.  

Literasi Ekonomi Digital di Cabang dan Ranting

Sebenarnya, potensi ekonomi di sebagian daerah cukup tinggi dan beragam, hanya pemberdayaannya yang belum optimal. Potensi itu antara lain potensi di bidang pertanian yang bisa diarahkan pada budidaya hasil tanaman termasuk tanaman pangan. Selain itu, potensi hasil laut bisa diarahkan pada produksi aneka olahan dari ikan dan potensi sumber daya alam lainnya yang bisa dijadikan barang kerajinan dan peralatan hidup yang bernilai jual. Semua itu memerlukan pengetahuan penunjang agar seseorang percaya diri dan memiliki motivasi untuk melakukan usaha bidang ekonomi. Harapannya, masya-rakat yang tadinya pasif dan lemah secara ekonomi menjadi produktif dan sejahtera.

Salah satu kendala yang dihadapi saat mengelola usaha adalah proses marketing atau pemasaran. Dengan adanya kemajuan teknologi digital, kendala tersebut bisa diatasi melalui optimali-sasi pemasaran secara online. Ruang pasar online dapat mempertemukan antara  pembeli dan penjual tanpa terikat ruang dan waktu,  menfasilitasi pertukaran informasi, barang, dan jasa, serta mendukung proses komunikasi efektif dengan orang lain.  Mengingat ge-rakan ini sasarannya di akar rumput, hal yang mesti diupayakan di tingkat Cabang dan Ranting adalah menggiatkan literasi digital melalui proses sebagai berikut:

Pertama, membuka wacana bisnis bagi warga masyarakat  agar termotivasi untuk meningkatkan taraf hidup dan menyadari bahwa bekerja merupakan bagian dari ibadah. Selain itu, warga masyarakat didorong untuk menyadari bahwa kesulitan ekonomi akan berdampak luas. Perlu pula ditekankan bahwa salah satu cara terbaik bagi seseorang untuk mengentaskan kemiskinan adalah dengan berjuang agar dirinya sendiri berada di atas garis kemiskinan. Hendaknya disampaikan juga anjuran  Islam kepada umatnya agar bekerja sesuai dengan potensi yang dimilikinya sebagai wujud dari rasa syukur atas segala karunia yang sudah Allah anugerahkan. (Msn)

Baca selengkapnya di Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 3 Maret 2019, Rubrik Qarhah Thayyibah, hal 23

Sumber Foto : https://marketeers.com/mengenal-marketing-4-0-dalam-konteks-ekonomi-digital/

Leave a Reply