Berita

LLHPB PP Aisyiyah Gelar Webinar Penyusunan Modul Ustadz-Ustadzah Lingkungan

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menggelar webinar dengan beberapa majelis terkait penyusunan modul yang akan menjadi pegangan bagi ustadz, ustadzah atau mubaligh, mubalighah di setiap wilayah.

Webinar yang diadakan pada Sabtu (11/12) bertujuan untuk mendengarkan masukan dari perwakilan Majelis Tabligh, Tarjih PP ‘Aisyiyah, dan juga dari Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah terkait modul lingkungan.

Ketua Divisi Lingkungan LLHPB PP ‘Aisyiyah Hening Parlan sebagai penggagas pertemuan tersebut menuturkan, judul dari modul adalah ustadz dan ustadzah lingkungan, maka harus menempel pada majelis terkait.

“Kita ingin mendengar masukan dari majelis yang ada di ‘Aisyiyah, yaitu Tabligh dan Tarjih serta dari Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” tuturnya.

Hening menjelaskan bahwa LLHPB mempuanyai dua program, yaitu kelentingaan keluarga  dan green ‘Aisyiyah.

Baca Juga: LLHPB Aisyiyah Siapkan Ustadzah dan Modul Peduli Lingkungan

Terkait kelentingan keluarga, LLHPB PP ‘Aisyiyah menggandeng Lazismu dalam program penanaman pohon dan sayur dengan sistem pola asuh demi kelentingan keluarga.

Tentang program green ‘Aisyiyah, menurutnya, cukup banyak yang bisa dilakukan oleh LLHPB ‘Aisyiyah dengan menggandeng badan yang lain.

“Kampanye terkait dampak perubahan iklim seperti yang sudah dilakukan melalui kerja sama  dengan BMKG,” kata dia.

Hening mengungkapkan latar belakang lahirnya program tersebut. Kata dia, Lazismu memiliki porogram lingkungan hidup yang sub-programnya terkait penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan lain-lain.

“Kita ikut mendesak lahirnya program yang ada di Lazismu, maka lahirlah program penanaman pohon dan sayur dengan sistem pola asuh ini,” ungkapnya.

Mengapa pola asuh? Karena menurut dia, menanam saja bisa tumbuh bisa tidak. Tumbuh tapi tidak ada yang merawat jadi sia-sia.

“Kita mungkin pernah dengar  penanaman 1.500 pohon tetapi tidak bisa dideteksi, maka kita memulai seperti pola seorang ibu yang membersarkan anaknya,” tandasnya.

Dalam program tersebut, LLHPB PP ‘Aisyiyah melibatkan 15 lokasi dari 10 wilayah se-Indonesia. Dari 15 lokasi itu, akan direkrut orang-orang yang mempunyai jaringan.

“Rencanaya 1 lokasi mengutus 7 perwakilan. Syaratnya warga Muhammadiyah atau ‘Aisyiyah, laki-laki atau perempuan, untuk yang usianya 50 tahun ke atas hanya dua, selebihnya di bawah 50 tahun, dan orang tersebut memiliki jaringan di tempatnya,” ucap Hening.

Hening menjelaskan bahwa modul tersebut hanya berisi 4 hal. Pertama, filosofi; kedua, Islam dan lingkungan hidup; ketiga, perempuan penjaga bumi, dan; keempat, inovasi.

“Ini bisa disebut modul yang masih berjalan dan bisa mendapatkan input dari mana saja. Kita membuka diri menerima masukan dari berbagai sumber. Kita akan membentuk 100 ustadz-ustadzah lingkungan,” tutupnya. (Iwan Abdul Gani)

Related posts
Berita

Tri Hastuti Dorong Warga Aisyiyah Kawal Demokrasi di Indonesia

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Menghadapi momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, banyak pertanyaan dari warga ‘Aisyiyah menyangkut pilihan dan keberpihakan ‘Aisyiyah. Sekretaris Umum…
Berita

Ikhtiar Wujudkan Pemilu Inklusif dan Berkeadaban, PP Aisyiyah Adakan Madrasah Politik Perempuan

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah (LPPA) PP ‘Aisyiyah bekerja sama dengan Program Inklusi ‘Aisyiyah pada Sabtu (20/1) mengadakan…
Perempuan

The History of Women Ulama’s Thought

By: Samia Kotele* The autonomy of women in Southeast Asia, both economically, socially, and politically has received particular attention from historians. Women…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *