LLHPB Probolinggo : BUSANKANBER, Penguatan Ekonomi UMKM Probolinggo

Berita 1 Oct 2020 0 62x

Probolinggo, Suara ‘Aisyiyah- Lingkungan Hidup Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Probolinggo melaksanakan pelatihan budidaya sayur dan ikan (BUSANKANBER) untuk UMKM, yang dilaksanakan di Rumah Sri Maryuni, Ketua Majelis Ekonomi PDA sekaligus Manajer Area LLHPB Kota Probolinggo, pada (25/09).

Pelatihan ini menghadirkan dua orang perwakilan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah yang ada di Kota Probolinggo yang dalam pelaksanaannya, tetap mematuhi aturan protokol kesehatan. Sasaran program ini UMKM, mengingat salah satu kelompok yang terdampak pandemi Covid-19.

Mengapa Busankanber?

Awalnya pelatihan ini budidaya ikan dalam ember, namun pada saat pelaksanaan di lapangan, ada tambahan budidaya sayur secara aquaponik dengan memanfaatkan limbah plastik melalui penggunaan gelas air mineral bekas. Maka dari situlah BUDIDAMBER ini berganti akronim dengan istilah BUSANKANBER.

Dalam keseharian, timba bekas sangat mudah didapatkan dari limbah cat atau yang lainnya. Maka pemanfaatan sampah plastik ini yang dipilih. Selain bermanfaat, bahan yang dipilih bertujuan mengurangi limbah sampah plastik yang menjadi polemik bagi lingkungan.

Untuk mempermudah kerja Ibu-ibu UMKM ‘Aisyiyah, panitia merangkul kelompok tani untuk menyediakan paket perlengkapan Busankamber mulai dari ember, bibit sayur, sekam bakar, kain flanel, ikan nila yang akan dibudidayakan, sampai dengan pakan ikan.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Verry Ferdiansayah, selaku narasumber pelatihan Busankanber dari penyuluh perikanan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo. Juga dibantu oleh Amelia dari instansi yang sama dan Yeko yakni Ketua Kelompok Tani sebagai mitra LLHPB PDA Kota Probolinggo.

Selain pengarahan cara pelaksanaan Busankanber, peserta juga diberikan kesempatan untuk praktek langsung mulai dari pengenalan bahan dan media, cara pembuatan, serta cara pemeliharaan sayur dan ikan dalam ember. Satu ember dapat diisi dengan 20 sampai dengan 25 ikan nila atau lele. Pada kesempatan ini dipilih ikan nila yang budidayakan, selain dikenal dengan ikan yang relatif mudah dipelihara, juga mudah dalam segi pemberian pakan, Ikan nila juga tidak bersifat kanibal. Selanjutnya, pada gelas mineral bekas, dilubangi bawahnya, kemudian diberi kain flanel untuk resapan air dan sekam bakar sebagai media tanam.

Hingga akhir kegiatan, terlihat peserta begitu antusias dalam mengikuti pelatihan. Bahkan mereka berencana untuk memperbanyak Busankanber di daerah masing-masing.

Rencana Tindak lanjut

Pelatihan Busankanber tidak berhenti sampai di sini. Selanjutnya, peserta diberi kesempatan untuk menindaklanjuti, mengembangkan hasil pelatihan ini di rumah masing-masing. Diharapkan pula Busankanber dapat didesiminasikan UMKM lainnya, anggota ‘Aisyiyah dan tetangga sekitar, agar di era pandemi masyarakat bisa mengatasi kelentingan keluarga.

Selain perwakilan dari masing-masing Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah se-Kota Probolinggo sebanyak 2 Orang, hadir juga tim dari Dinas Sosial Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo, dalam pelatihan Budsankanber kali ini.

Hanafiah, SH, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan mengemukakan “Dengan adanya aktivitas Ibu-Ibu ‘Aisyiyah Daerah Kota Probolinggo, Dinas Sosial sebagai lembaga pemerintah sangat mendukung dan berterima kasih,” Hanafiah berharap pelatihan Busankanber bisa meningkatkan peran wanita dalam membantu mengangkat ekonomi keluarga terutama di masa pandemi.

Dra. Romiyati, M.Si. Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah menyampaikan terima kasih kepada majelis ekonomi PDA Probolinggo untuk tetap istiqomah melaksanakan program penguatan ekonomi dan ketahanan keuangan keluarga di masa pandemi Covid-19 terhadap warga ‘Aisyiyah dan masyarakat Kota Probolinggo.

“Kegiatan budidaya sayur dan ikan dalam ember ini sangat bermanfaat untuk membantu ekonomi keluarga. Semoga Allah memudahkan menjadi keluarga yang sehat lahir dan batin di masa seperti ini, ujarnya seraya menguatkan,” ujarnya.

Selanjutnya, Pimpinan Daerah’Aisyiyah Kota Probolinggo melalui Majelis Ekonomi yang sudah berjasama dengan Dinas Pertannian dan Perikanan, serta Kelompok Tani Kota Probolinggo memiliki program ketahanan pangan berkelanjutan untuk mengatasi kelentingan keluarga. Untuk itu selalu berusaha positif untuk menjalankan program-program yang sudah direncanakan. Kegiatan Busankanber akan terus ditindaklanjuti dan desiminasikan ke lembaga lintas majelis bahkan ke masyarakat luas.

 

 

Leave a Reply