LLHPB PWA DIY : Pemanfaatan Lahan, Upaya Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Berita 26 Aug 2020 0 88x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah- Membentuk keluarga hijau dan tangguh bencana juga menjadi salah satu tujuan dalam pembentukan keluarga sehat dan mandiri. Melalui pelatihan budidaya sayur dengan metode hidroponik dan aquaponik, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DIY mengunjungi TK ABA Ngabean 2, Tempel dan TK ABA Candi, Pakem, Sleman, pada Kamis (06/08).

Peserta tidak hanya diajarkan bagaimana menanam dengan metode hodroponik dan aquaponik, namun juga diajarkan bagaimana cara melakukan penyemaian sayur. Hal ini dilakukan supaya ibu-ibu guru dan ‘Aisyiyah tidak perlu repot membeli bibit tanaman jika ingin menanam kembali setalah panen atau ingin menambah media tanam.

Tidak hanya terdiri dari perwakilan Guru TK ABA, peserta pelatihan juga terdiri dari anggota perwakilan Majelis, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel dan Pakem serta Pimpinan Ranting  ‘Aisyiyah Banyurejo dan Purwobinangun. Hingga perwakilan dari petugas kebersihan sekolah, wali murid bahkan kepada dusun dan perwakilan komite sekolah.

Walaupun masyarakat Sleman memiliki lahan luas untuk bercocok tanam. Hanik Rosyada, Wakil Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman mengungkap cara ini dapat menambah hasil pertanian/pekebunan untuk memperkuat ketahanan pangan, sehingga lahan yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk tanaman lainnya. “Walaupun dicibir, wong lahane akeh kok nganggo hidroponik, tapi biarkan saja”, pungkasnya. Kegiatan ini akan dirasakan manfaatnya tentunya setelah dicoba dan membuahkan hasil.

Kehadiran Tim Lenting disambut baik oleh kedua sekolah di Sleman. Tri Pandriati, Kepala Sekolah TK ABA Candi menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan media tanam yang ternyata mendapat tanggapan positif tidak hanya oleh pihak sekolah tapi juga dari wali murid dan masyarakat setempat. “Semoga program green school sukses dan dapat bermanfaat bagi ketahanan pangan, menjadi semangat dan support bagi keluarga Pimpinan Cabang Pakem dan Pimpjnan Ranting Purwobinangun”, tambahnya.

Yuni Purwati, perwakilan Majelis Dikdasmen DIY dalam sambutannya menyampaikan, “Harapan saya program ini dapat berkelanjutan, tidak hanya di kalangan sekolah saja, tapi juga dapat disampaikan ke wali murid dan masyarakat sekitar”. Dan program ini diharapkan tidak hanya sementara, sehingga setelah pandemi usai keluarga lenting dapat terwujud. Dimana keluarga yang terpuruk akibat covid-19 dapat bangkit kembali bahkan lebih tangguh dan mampu melesat. (Gustin Juna)

Sumber : LLHPB PWA DIY

Leave a Reply