LLHPB PWA Kalimantan Barat Respons Banjir yang Menghantam Tiga Kabupaten

Berita 8 Nov 2021 1 66x

Peduli Korban Banjir KalbarMelawi, Suara ‘Aisyiyah – Hampir semua kecamatan yang ada di Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sintang, dan Kabupaten Melawi mengalami musibah banjir. Transportasi mengalami kelumpuhan karena jalan raya dipenuhi air, dari sepinggang hingga seleher. Bahkan beberapa bahu jalan mengalami longsor, sehingga berbahaya untuk dilalui.

“Jalan ada yang longsor di Sekadau. Di daerah Lengkenat arus air deras. Kalau tidak ada urusan penting, sebaiknya ditunda saja perjalan ke Sekadau, Sintang, dan Melawi”, demikian informasi yang diberikan warga Sekadau, Sintang, dan Melawi melalui WhatsApp Grup.

Karena debit air melampaui batas normal, listrik dipadamkan. Akses melalui jaringan terkendala. Kegiatan industri rumah tangga lumpuh total. “Sudah sepekan listrik padam di daerah kami,” demikian ungkap Dede Mardi, Kepala Dusun Desa Kambut Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi. “Di kota Sintang sudah 20 hari listrik mati total. Semoga air segera surut, dan listrik hidup kembali,” terang Suryati, tokoh masyarakat di Kabupaten Sintang.

Musibah banjir yang terjadi di tiga kabupaten tersebut waktunya hampir bersamaan, yaitu dimulai dari pertengahan bulan Oktober. “Musibah banjir ini adalah yang ketiga kalinya. Sebelumnya sudah terjadi pada bulan Juli dan Agustus. Jadi selama tahun 2021, sudah tiga kali banjir besar,” demikian ungkap Sumadi, ketua RT di Kabupaten Sintang.

Baca Juga: Dari Muhammadiyah untuk Semua

Kegiatan warga yang bermukim di sepanjang tepi sungai mengalami lumpuh total. Rumah yang tidak bertingkat sudah mengalami kebanjiran sampai ke atap rumah. Sebelumnya, mereka telah mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Bagi rumah yang bertingkatpun, tak bisa pergi kemana-mana lagi, karena karena lantai dasar rumah sudah dipenuhi air. Mereka tinggal berdiam diri dilantai kedua.

Untuk daerah yang lebih tinggi, mereka tetap bertahan di rumah. Air yang masuk ke rumah masih setinggi lutut sampai ke pinggang. Melihat kondisi air yang bertahan, atau tidak bertambah naik, mereka memilih untuk tetap di rumahnya. “Mudah-mudahan tidak hujan, sehingga air debit air tidak bertambah banyak,” demikian harapan beberapa warga Kabupaten Sekadau.

Tanggal 5 November tahun 2021 Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Barat diwakili oleh Erlinda Rosa bersama Lazismu turun ke wilayah yang mengalami musibah banjir. Kabupaten terdekat dari kota Pontianak adalah Kabupaten Sekadau, sekitar 500 km dari kota Pontianak. Semula perjalanan ditempuh menggunakan mobil, kemudian dilanjutkan menggunakan speed dan sampan,  untuk menyampaikan sembako kepada warga..

Tanggal 6 November tahun 2021, dibagikan sumbangan berupa sembako, makanan siap saji (sambal tempe teri, bakso goreng, dan sebagainya), dan uang tunai. Namun untuk bantuan ke Kabupaten Sintang tidak bisa diserahkan secara langsung oleh tim LLHPB dan Lazismu.

“Kondisi jalan tak memungkin. Kami tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Sintang. Tapi paket sembako telah berada di posko penampungan yang ditangani oleh PDA Sekadau, koordinasi dengan PDA Sintang,” demikian penjelasan dari Erlinda. (Sukarni/sb)

One thought on “LLHPB PWA Kalimantan Barat Respons Banjir yang Menghantam Tiga Kabupaten”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *