LLHPB PWA Kalimantan Barat Tanggap Bencana Banjir

Berita 17 Nov 2021 0 40x

LLHPB PWA Kalimantan BaratMelawi, Suara ‘Aisyiyah – Banjir bandang yang melanda wilayah Kalimantan Barat menyebabkan rumah penduduk terendam. Jembatan rusak berat dan beberapa prasarana lainnya kebanjiran.

Bencana banjir ini disebabkan curah hujan tinggi di wilayah hulu. Warga korban banjir terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Bencana banjir ini berdampak di 12 kecamatan. Sebanyak 140.468 jiwa terdampak banjir dan 2 warga meninggal dunia.

Bantuan kepada warga dilakukan oleh Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah Kalimantan Barat, Senin (15/11).

“Kami menggandeng Lazismu dan bersinergi dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah Sanggau memberi bantuan kepada warga yang tertimpa bencana banjir,” ucap Ketua LLHPB Kalbar Rahma Susanti.

Melewati sungai dengan menggunakan sampan, tim yang didominasi kaum perempuan itu tanpa gentar menerobos arus sungai menuju posko bencana demi melakukan aksi kemanusiaan, menyalurkan bantuan bagi warga yang tedampak bencana banjir bandang.

“Ini srikandi ‘Aisyiyah sedang mebawa sampan untuk mengambil bantuan dari Lazismu dan LLHPB, kemudian diantarkan ke posko penanggulangan Bencana yang ada di Sanggau,” tutur Sekretaris LLHPB Kalbar Syarifah Ida.

Baca Juga: Hening Parlan: Umat Islam Harus Memainkan Peran Menjaga Lingkungan

Aksi yang dilakukan oleh LLHPB Aisyiyah Kalimantan Barat tersebut mendapat respons positif dari Ketua Devisi Lingkungan Hidup Hening Parlan.

“Respons bencana yang dilakukan oleh LLHPB Kalbar adalah kegiatan hebat, karena Ibu-ibu ‘Aisyiyah menembus lokasi dengan naik perahu. Mereka membagikan bantuan respons berupa dukungan kebutuhan pokok, perlengkapan khusus perempuan dan anak, serta kesehatan,” ucapnya.

Menurutnya, LLHPB dalam konteks OMOR (One Muhamadiyah One Respons) adalah salah satu bagian yang dikoordinasikan oleh MDMC.

“MDMC berfungsi sebagai koordinator, memfasilitasi dan juga memberikan pengetahuan karena pengalamannya sudah jauh lebih advance. Dengan kerja bersama, peran LLHPB yang secara spesifik akan mengurus keperluan perempuan dan anak-anak akan mampu mengurangi resiko,” tutup Hening. (Iwan Abdul Gani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *