LLHPB PWA Kaltim Kenalkan Ketahanan Pangan dengan Budikdamber pada Pelajar

Berita 16 Sep 2020 0 98x

Samarinda, Suara ‘Asiyiyah- Sudah hampir sembilan (9) bulan wabah pandemi Covid-19 merebak di dunia. Tidak ada satupun negara yang bersih atau terbebas dari wabah ini. Tak terkecuali Indonesia. Wabah pandemi Covid-19 ini masuk ke Indonesia sejak awal Maret 2020 dan langsung menyebar ke seluruh pelosok negeri hingga mengakibatkan dampak kepada berbagai sektor kehidupan.

Pada sektor pendidikan, dampak yang paling dirasakan adalah kegiatan belajar mengajar menjadi daring dari rumah. Jika hal ini berlangsung hanya beberapa hari tentu sangat menyenangkan dan banyak disyukuri, tetapi ketika aktivitas ini dilakukan sampai hampir 7 bulan, hal ini mengakibatkan jenuh dan bosan. Terutama yang dirasakan oleh para pelajar karena tidak dapat bertemu dengan teman-teman dan gurunya.

Melihat kondisi ini, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Timur memberikan edukasi tentang Program Keluarga Ketahanan Pangan dan Komunitas Lenting melalui Budidaya Ikan Lele Dalam Ember ( Budikdamber) dan menanam sayuran di pekarangan rumah mereka. Lewat mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan, program ini yang bekerjasama dengan pihak sekolah SMKN 14 Samarinda, untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosan para pelajar, pada Rabu (09/09).

Selain itu, tujuan utama program ini untuk memberi pendidikan kepada siswa akan pentingnya menjaga kesehatan, pentingnya peduli lingkungan dan memberi aktifitas untuk penguatan karakter seperti tanggung jawab, belajar mandiri, kerja sama, gotong rotong dan belajar produktif. Adapun materi yang diberikan  (1) Pemahaman pentingnya mematuhi protokol kesehatan dengan selalu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker di manapun berada, menjaga jarak dan menjauhi kerumuman massa. (2) Sosialisasi Program Keluarga Ketahanan Pangan dan Komunitas Lenting. (3) Pengenalan dan teknis BUDIKDAMBER dan menanam sayuran di pekarangan rumah. Pengenalan dan teknis Budikdamber ini disampaikan secara daring menggunakan aplikasi Google Classroom dan WhatsApp, maupun pertemuan secara luring dengan mematuhi protokol kesehatan kepada 37 siswa.

LLHPB PWA Kaltim juga menyerahkan bibit Lele, makanan Lele dan berbagai bibit sayuran seperti Sawi, Bayam, Terong ungu, Terong hijau, Tomat, Seledri) dan bibit Daun kemangi. Penyerahan dilakukan secara simbolis melalui perwakilan setiap kelompok demi menjaga protokol kesehatan, pun ada yang diantarkan langsung kepada orang tua siswa di rumahnya. Tidak hanya diperutukkan bagi siswa, LLHPB PWA Kaltim juga menyerahkannya kepada Pak Doel salah satu pengelola kantin sekolah yang sudah hampir 7 bulan tidak berjualan.

Tak disangka respon para siswa sangat antusias dan senang. Salah satunya  Cici As, lewat pesan di grub WA ia memaparkan rasa bahagianya, “Saya sangat senang menanam dan memelihara tanaman disekitar rumah! Rutinitas untuk menyiram dan mengecek perkembangan tanaman setiap harinya sangat mengasyikkan. Terlebih tanaman tersebut membuat pekarangan rumah saya jadi terlihat indah. Kedua orang tua saya pun mendukung ketika saya diberi kegiatan tersebut. Mereka selalu mengingatkan saya untuk selalu menyiram tanaman, adik saya pun terkadang ikut membantu” ungkapnya.

Melihat kegembiraan siswa, LLHPB PWA Kaltim merasa optimis bahwa tujuan memperkenalkan program keluarga ketahanan pangan dan komunitas lenting kepada pelajar ini akan berdampak positif kepada pelajar dan keluarganya. Pelajar akan terhibur setelah berbulan-bulan merasakan kejenuhan dengan rutinitas aktifitas di depan laptop atau handphone. Selain itu orang tuanya juga merasa terhibur ketika melihat putra-putrinya mengerjakan tugas PKK tanpa merasa terbebani justru merasa senang dan gembira, mengerjakan tugas yang berdampak positif kepada semua pihak. Selanjutnya LLHPB PWA Kaltim akan memperluas program ini kepada pelajar di beberapa sekolah yang lebih luas lagi, juga kepada masyarakat pada umumya. (Susiyati- Tim Media LLHPB PWA Kaltim)

Leave a Reply