Lokakarya MCCC: Soal Covid-19, Suara Persyarikatan Harus Sampai ke Akar Rumput

Berita 20 Feb 2021 0 60x
MCCC

MCCC

Ada dua hal yang mesti terus dikampanyekan oleh tim media di lingkungan Muhammadiyah-‘Aisyiyah dalam waktu dekat ini, yakni soal vaksinasi dan edukasi agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Agus Samsuddin selaku Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MCCC PP Muhammadiyah) dalam forum Lokakarya Tim Media MCCC PP Muhammadiyah pada Sabtu (20/2). Lokakarya tersebut diikuti oleh pengelola media di lingkungan Muhammadiyah, seperti TVMU, RadioMuh, WebMu, SM, SA, dan media-media organisasi otonom Muhammadiyah-‘Aisyiyah.

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa ada 4 (empat) isu penting yang harus diperhatikan bersama, yakni; (a) adanya perubahan persepsi masyarakat terkait keberadaan Covid-19, meskipun beberapa masyarakat ada yang masih belum percaya; (b)  tentang vaksin yang dianggap obat mujarab; (c) bagaimana agar media sosial yang mengkampanyekan vaksinasi dan edukasi penerapan prokes bisa dikenal luas oleh masyarakat, dan; (d) bagaimana menggunakan media sosial dengan sebaik-baiknya.

Menyikapi empat isu tersebut, Agus menyampaikan bahwa media-media di lingkungan Muhammadiyah-‘Aisyiyah, mau tidak mau, harus meningkatkan kuantitas konten yang dibagikan ke masyarakat serta meningkatkan kualitas kontennya. Dan untuk itu, media-media Muhammadiyah-‘Aisyiyah harus berkolaborasi dengan baik dan maksimal. “Sebenarnya, Covid-19 menjadi sarana konsolidasi media-media di Muhammadiyah. Konsolidasi itu wujudnya adalah kolaborasi, baik dari segi konten, teknis, maupun jaringan,” ujar Agus.

Ketua MCCC PP Muhammadiyah itu menyampaikan otokritiknya terhadap media-media Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang sejauh ini masih bekerja sendiri-sendiri. Padahal, lanjutnya, antarmedia itu bisa saling menguatkan. Misalnya dengan membuat satu konten yang bisa digunakan oleh media lainnya.

Lokakarya tersebut menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Budi Hermanto, Fajar Junaedi, dan Twediana. Ketiga narasumber menyampaikan masih kurangnya diseminasi (persebaran) edukasi seputar prokes dan vaksinasi oleh media Muhammadiyah-‘Aisyiyah ke masyarakat secara luas, khususnya warga Muhammadiyah-‘Aisyiyah di akar rumput. “Sinergi kita dengan warga Muhammadiyah-‘Aisyiyah di lapangan masih minim. Diseminasi ke bawah seharusnya bisa menjadi lebih baik,” jelas Twediana.

Di Indonesia, pandemi Covid-19 sudah berusia satu tahun. Masyarakat mulai terbiasa sehingga beberapa di antaranya melalaikan penerapan prokes. Program vaksinasi yang digalakkan pemerintah secara bertahap sudah mulai dilakukan ke kelompok masyarakat. Sayangnya, sebagaimana disampaikan Agus, ada secuil kesalahpahaman seputar efektivitas vaksin. Di tengah situasi itulah media-media Muhammadiyah-‘Aisyiyah harus berkolaborasi dan bersinergi agar suara Persyarikatan terkait Covid-19 dapat terdengar nyaring hingga ke anggota di akar rumput. (SB)

Tinggalkan Balasan