LPP AIK Uhamka Gelar Konferensi Internasional Islam Moderat

Berita 20 Agu 2021 0 76x

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah – Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP AIK) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka menyelenggarakan Uhamka International Conference on Moderate Islam (UICOMS). Forum internasional ini merupakan sarana sharing gagasan tentang moderasi Islam yang didukung dengan penelitian dan tulisan para peserta sebelum mengikuti kegiatan. Melalui online virtual zoom meeting, konferensi ini dilangsungkan selama dua hari sejak tanggal 18-19 Agustus 2021.

Mengusung tema Moderate Islam: Discourses and Practices, konferensi ini turut dihadiri oleh pembicara dari dalam dan luar negeri, yaitu Prof Mike Hardy dari Coventry University UK, Assoc. Prof Khairudin Aljuneid dari National University of Singapore, Rahmawati Husein, Izza Rohman, dan Ai Fatimah Nur Fuad.

Berlaku sebagai keynote speaker adalah Prof Din Syamsuddin, seorang tokoh cendekiawan muslim Indonesia yang aktif dalam dialog perdamaian dunia dan mempromosikan Islam moderat di berbagai Negara, selain menjadi pemimpin tertinggi di Majelis Ulama Indonesia dan Muhammadiyah. Selain keragaman narasumber, konferensi ini pun dihadiri oleh peserta dari berbagai negara di antaranya dari United Kingdom, Singapura, Malaysia, Prancis, Turki, dan negara tetangga lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro mengatakan, “besar harapan saya semoga Uhamka International Conference on Moderate Islam yang dilaksanakan secara daring ini dapat memberi kontribusi tidak hanya di dunia akademik, namun juga bermanfaat secara menyeluruh kepada seluruh komunitas Islam. Bersikap moderat merupakan watak atau karakter asli ajaran Islam yang ditunjukkan dengan keseimbangan antara orientasi dunia dan akhirat; keseimbangan antara material dan spiritual; keseimbangan antara tekstual dan kontekstual. Umat Islam diperintahkan untuk mencari akhirat tapi juga tidak boleh melupakan urusan dunia; diperintahkan untuk mencari nafkah tapi juga diperintahkan untuk berbagi sehingga melahirkan kepedulian kepada sesama; diperintahkan untuk membaca dan memahami al-Quran tapi juga diperintahkan untuk melakukan korespondensi dengan perubahan dan kemajuan,” tuturnya.

Baca Juga: Kosmopolitanisme Muhammadiyah

Selain itu, ia berharap semoga kegiatan ini dapat memberi kontribusi yang bermanfaat bagi hidup kita. Menurutnya, semangat korespondensi antara keislaman dan kebangsaan tidak sekadar tulisan di atas kertas. Sebagai manifestasi dari nilai-nilai moderat, Muhammadiyah dalam hal ini tidak sekadar menyatakan siap berdampingan dengan kelompok yang berbeda keyakinan. Muhammadiyah telah membuktikan melalui  perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, dan lain-lain dalam memberi pelayanan bagi masyarakat yang berbeda keyakinan.

“Uhamka melayani mahasiswa non-muslim untuk kuliah di Uhamka, bahkan Universitas Muhammadiyah Kupang membuktikan dengan melayani mayoritas mahasiswa non-muslim untuk mendapat pendidikan yang layak, dan contoh yang viral di media adalah bagaimana tim Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) bergerak nyata membantu jenazah korban Covid-19 sampai ke pemakaman tanpa melihat latar belakang agama atau keyakinan,” tutupnya. (sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *