Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Madrasah Mu’alliaat Muhammadiyah Yogyakarta menggelar upacara peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia secara virtual. Rangkaian acara dilaksanakan oleh petugas upacara secara langsung di Aula Madrasah Mu’allimat dan diikuti oleh seluruh civitas akademika. Berbagai makna disampaikan dalam amanat pembina upacara dengan bercermin pada wasiat yang pernah disampaikan oleh Kiai Ahmad Dahlan.
“Santriwati Mu’allimat sebagai generasi penerus harus terus berjuang menggapai mimpinya. Teringat satu wasiat yang pernah disampaikan oleh pendiri Persyarikatan Muhammadiyah yang sesuai dengan semangat kemerdekaan. Wasiat tersebut berbunyi, “berjuanglah di Muhammadiyah dengan mengorbankan harta benda, pikiran, dan tenaga dengan hati ikhlas dan murni”. Bersungguh hati terhadap pendirian, harus diresapi dalam hati dan pikiran, serta diimplementasikan di madrasah kita,” ujar Agustyani Ernawati selaku pembina upacara.
Ernawati mengatakan bahwa santriwati Madrasah Mu’allimat harus senantiasa berjuang, meskipun di masa pandemi sekarang ini. Masa sulit ini harus dijadikan sebagai motivasi, bukan sebagai kendala. Kondisi ini harus dijadikan sebagai spirit untuk berjuang dan peluang tantangan untuk terus kreatif dan produktif serta tetap berprestasi.
Proses pendidikan di masa pandemi, lanjut Ernawati, memang bukan hal yang mudah. Tetapi jika dilalui dengan sungguh-sungguh akan menempa dan melatih kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual setiap individu sehingga pada akhirnya cerdas dalam menghadapi tantangan zaman atau dikenal dengan adversity question.
Menurutnya, proses inilah yang akan menjadi modal paripurna santriwati agar tercipta generasi perempuan yang kuat, rela berkorban, dan akhirnya menjadi pemimpin perempuan yang cerdas secara menyeluruh dalam rangka mencetak pemimpin-pemimpin perempuan berkemajuan di masa mendatang. (LTA)