Majelis Dikdasmen PDA Banyumas Adakan Rapat Koordinasi

Berita 18 Des 2021 0 62x

Banyumas, Suara ‘Aisyiyah – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Banyumas menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang diikuti oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Banyumas dan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ‘Aisyiyah se-Kabupaten Banyumas. Rakor berlangsung pada Selasa, (14/12) di Balai Aisyiyah yang dibuka oleh Ketua III Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Banyumas, Udji Prihati.

Dalam sambutannya, Udji memaparkan bahwa PDA Banyumas sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Dalam sejarah tercatat ‘Aisyiyah sebagai pelopor yang pada tahun 1928 ikut membidani Kongres Perempuan. Peristiwa itu kemudian diperingati sebagai Hari Ibu, tanggal 22 Desember. Pencetusnya adalah salah satu tokoh inspiratif ‘Aisyiyah, yaitu Ibu Siti Hayinah. Di tahun 1926 ‘Aisyiyah mendirikan TK Bustanul Athfal, yang sudah ratusan tahun mencetak kader-kader bangsa. Ibu-ibu yang hadir di sini adalah generasi penerus yang diharapkan akan mewarisi semua rintisan pendahulu-pendahulu kita,” tuturnya.

Sambutan Ketua III PDA tersebut sangat memotivasi peserta Rakor. Selanjutnya, ia berharap TK Bustanul Athfal (ABA) dan PAUD khususnya yang ada di Banyumas dapat lebih maju dan mampu mendidik generasi masa depan, serta menjadi sosok yang tidak hanya pandai secara keilmuan, namun juga memiliki fondasi keimanan dan mental yang kuat.

Baca Juga: Sejarah ‘Aisyiyah: Kelahiran Perempuan Muslim Berkemajuan

Pada acara ini, Sri Herowati selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDA Banyumas memberikan beberapa materi, yaitu tentang Program Tartil Quran untuk kepala sekolah dan guru, serta pemilihan kepala PAUD berprestasi. “Materi yang dilombakan antara lain tentang AIK (Al-Islam, Kemuhammadiyahan dan Keaisyiyahan), membaca al-Quran, salat, manajemen sekolah, best practice, dan portofolio,” terangnya.

Selanjutnya, Sri Herowati mengatakan, “untuk mendukung program LLHPB tentang penanaman pohon, kami menghimbau agar di lembaga PAUD diadakan penghijauan, seperti menanam tanaman obat, sayuran, buah, dan sebagainya. Tentang lomba administrasi penyelenggara, insya Allah akan kami selenggarakan di bulan Juni 2022. Mengenai honor guru, kami mohon agar para penyelenggara memikirkan honor guru yang masih minimalis. Pesan dari kepala Dinas Pendidikan, honor guru PAUD adalah tanggung jawab yayasan yang mendirikan”.

Pada sesi terakhir, ia menyampaikan pesan dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah Majelis Dikdasmen, bahwa para penyelenggara PAUD harus dapat memasukkan para gurunya menjadi kader ‘Aisyiyah, baik di tingkat ranting, cabang, maupun daerah, dan terus mengawalnya agar betul-betul aktif dan loyal terhadap ‘Aisyiyah. (Rhani/Mintarti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *