Manfaat Curhat dalam Proses Tumbuh Kembang Anak

Gaya Hidup Parenting 31 Jul 2021 0 154x
curhat

curhat (foto: freepik)

Curahan hati atau curhat merupakan kegiatan seseorang yang menceritakan mengenai suatu hal kepada orang lain yang dianggap dapat dipercaya. Curhat dapat dilakukan kepada sahabat, keluarga, atau orang-orang terdekat yang dipercaya untuk mendengarkan berbagai permasalahan.

Menceritakan berbagai permasalahan dapat meringankan beban yang menghimpit perasaan seseorang. Terlebih curhat tersebut mendapatkan feedback baik, berupa nasihat atau motivasi diri untuk tidak terkurung dalam permasalahan tersebut. Selain itu, curhat juga dapat mempererat hubungan antara satu sama lain.

Dalam lingkungan keluarga, curhat dapat meningkatkan keharmonisan antara anggota keluarga. Komunikasi yang intens dilakukan dengan menceritakan berbagai permasalahan di dalam atau luar rumah, sehingga dapat saling membantu menemukan solusi terbaik. Anak yang biasanya melakukan komunikasi yang intens dengan orang tuanya cenderung akan mudah menemukan solusi yang bijaksana dalam menghadapi permasalahan.

Baca Juga: Aspek-aspek yang Harus Dipenuhi dalam Membina Keluarga Sakinah

Anak-anak biasanya menghadapi berbagai permasalahan saat berada dalam proses belajar, baik di sekolah atau di lingkungan bermain. Dengan komunikasi yang baik, anak tidak akan segan untuk bercerita kepada orang tua mengenai berbagai permasalahannya. Oleh karenanya, apabila anak malu untuk bercerita atau meminta pendapat, orang tua harus menanyakan terlebih dahulu mengenai kegiatan anak sepanjang hari dan kendala apa saja yang dia temui dalam proses belajar ataupun bergaul dengan teman-temannya.

Dampak Positif Curhat

Sugeng Widodo, dkk. (2020) dalam penelitian yang berjudul “Rendahnya Intensi Anak untuk Curhat kepada Orang Tua pada Siswa MTS Mathlaul Anwar” menyebutkan ada tiga dampak positif curhat, yakni orang tua akan mengetahui kondisi anak, orang tua lebih memahami perasaan anak, dan anak akan lebih terkontrol serta terarah dengan bimbingan orang tua.

Orang tua dapat bekerja sama dengan guru untuk saling membantu, seperti mengetahui kondisi anak saat proses belajar dan hambatan apa saja yang mereka hadapi saat proses pembelajaran, baik di sekolah maupun di lingkungan. Saat anak mulai memberanikan diri menceritakan berbagai permasalahannya, orang tua akan lebih mudah menemukan solusi terbaik atas permasalahan tersebut.

Komunikasi orang tua dan anak memang penting dalam proses pendidikan. Kegitan bertukar cerita dalam keluarga diharapkan mampu menjalin interaksi, menukar pengetahuan, dan pendapat antar anggota keluarga. Feedback baik dari orang tua dapat menjadi pembelajaran bagi anak dalam menghadapi permasalahannya.

Charles H. Cooley, sebagaimana dikutip Manap Solihat (2005), menjelaskan adanya konsep diri (self-concept) seseorang yang berkembang melalui berbagai interaksi dengan orang lain. Seseorang yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain ini dinamakan sebagai looking-glass self.

Looking-glass self terbentuk pada diri seseorang melalui tiga cara, yaitu (a) saat seseorang mempunyai tanggapan mengenai pandangan orang lain terhadapnya; (b) seseorang yang mempunyai tanggapan terhadap penilaian orang lain terhadapnya, dan; (c) saat seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain.

Penerapan budaya curhat yang dilakukan dalam keluarga akan membentuk keharmonisan dalam keluarga itu sendiri. Anak akan menemukan solusi dari permasalahan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran, baik di sekolah ataupun lingkungan bermain. Orang tua juga akan memberikan kepercayaan kepada anaknya untuk menghadapi permasalahan yang mereka hadapi dengan nasihat (feedback) yang telah diberikan dan didiskusikan, sehingga proses tumbuh dan kembang anak dapat terpantau dengan baik. (Cheny*)

*Mahasiswa magang di Suara ‘Aisyiyah

 

Sumber:

Solihat, M. 2005. Komunikasi Orang Tua dan Pembentukan Kepribadian Anak. Mediator: Jurnal Komunikasi. 6 (2).

Widodo, S., dkk. 2020. Rendahnya Intensi Anak Untuk Curhat Kepada Orang Tua Pada Siswa Mts Mathlaul Anwar. Jurnal Abdimas Tri Dharma Manajemen. 1 (2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *