Berita

Marak Kasus Remaja Hamil Sebelum Nikah, Aisyiyah Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga

ketahanan keluarga_Salmah Orbayinah

Yogyakarta, Suara ‘AisyiyahMeningkatnya kasus remaja hamil di luar nikah di berbagai daerah menjadi perhatian banyak pihak. Berdasarkan data Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), angka permohonan dispensasi perkawinan anak meningkat tujuh kali lipat sejak 2016, yakni mencapai 51.000 permohonan lebih pada 2022.

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah mengaku prihatin atas maraknya kasus yang melibatkan anak, seperti meningkatnya permohonan dispensasi perkawinan, kekerasan (seksual) terhadap anak, hingga prostitusi anak. Dalam hal ini, kata dia, ‘Aisyiyah berusaha menekan angka kasus tersebut dengan langkah preventif.

“’Aisyiyah mengambil peran perventif di garda terdepan dengan menguatkan ketahanan keluarga, kita juga harus memperhatikan pendidikan di sekolah dan pendidikan di masyarakat,” kata Bayin dalam acara Dialektika tvMu dengan tema “Darurat Remaja Hamil Massal”, Sabtu (28/1).

Menurut Bayin, ketiga komponen tersebut harus saling bahu-membahu membangun generasi masa depan yang berkualitas. Ia menekankan bahwa kerja sama yang massif dari lembaga agama dan seluruh komponen masyarakat sangat dibutuhkan.

Baca Juga: Nasab Anak di Luar Perkawinan: Perspektif Fikih Anak

Sementara itu, Budayawan Muhammadiyah, Kiai Kusen menyebut bahwa peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini merupakan akibat dari sistem pendidikan yang salah. Alih-alih terpaku pada kasus, ia mengajak masyarakat untuk melihat nomena atau sebab di balik peristiwa-peristiwa tersebut.

Selanjutnya, Ketua Umum PP Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari menyatakan bahwa peristiwa remaja hamil massal ini merupakan akibat dari kurang atau tidak terpenuhinya hak anak, misalnya hak bermain dan hak mendapatkan pendidikan yang layak. Atas dasar itu, menurutnya, remaja-remaja ini sebenarnya merupakan korban dari iklim politik, ekonomi, pendidikan, permasalahan sosial, budaya, dan sebagainya.

Ariati mengajak para orang tua untuk menanamkan nilai dan akhlak yang baik bagi anak, dan pada waktu bersamaan juga menemani tumbuh kembang sang anak dan memonitoring aktivitas-aktivitasnya agar mereka tidak terpapar hal-hal yang kurang baik. (aida)

Related posts
Berita

Kemenag RI dan PP Aisyiyah Tandatangani MoU Program Ketahanan Keluarga

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – PP ‘Aisyiyah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Senin (23/10). MoU ini memuat…
Berita

Abdul Mu’ti Apresiasi Perhatian Nasyiatul Aisyiyah pada Isu Keluarga dan Anak

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Selama beberapa tahun terakhir, kata Abdul Mu’ti, Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) mempunyai perhatian terhadap isu-isu keluarga dan anak. Perhatian…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *