MCCC Adakan Vaksinasi Covid-19 bagi Masyarakat Difabel di Godean-Sleman

Berita 10 Sep 2021 0 52x

Sleman, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) melalui Majelis Pelayanan Sosial (MPS) dan MCCC mengadakan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat difabel di Desa Sidoluhur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, pada Kamis (9/9). Kegiatan vaksinasi ini merupakan buah kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sleman, TNI, Polri, MCCC PP Muhammadiyah, dan PMS PWM DIY.

Mewakili Muhammadiyah, Ketua MPS PWM DIY Ridwan Furqoni menyampaikan, program vaksinasi untuk masyarakat difabel ini merupakan bagian dari bakti Muhammadiyah untuk membebaskan masyarakat dari pandemi yang sudah berlangsung lebih dari satu setengah tahun.

Ridwan mengajak kepada masyarakat untuk bersama mensukseskan vaksinasi bagi semua kalangan agar segera terwujud herd immunity. Ia juga berharap semoga program vaksinasi ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Desa Sidoluhur menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah atas pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat difabel ini. “Bentuk kerja sama ini harus terus disinergikan sehingga pemerintah dan ormas bisa bersama menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Baca Juga: Epidemiolog: Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Kunci Penanganan Pandemi Covid-19

Selanjutnya, atas nama pemerintah Kabupaten Sleman, Bupati Sleman, Kustini, mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah, khususnya kepada MPS PWM DIY dan Tim Vaksinator dari RS PKU Muhammadiyah Gamping yang telah melakukan vaksinasi jemput bola, khususnya kepada masyarakat difabel di Kabupaten Sleman. Ia berharap dengan adanya pelaksanaan vaksinasi ini rantai Covid-19 bisa segera putus.

Kustini menyebut, dari total 887 ribu masyarakat yang harus divaksin, saat ini sudah ada 60% masyarakat yang sudah divaksin. Pemerintah Kabupaten Sleman terus gencar melakukan vaksinasi dengan mematok target harian 15 ribu orang.

Menyikapi situasi Covid-19 di Kabupaten Sleman dalam beberapa waktu terakhir, Kustini menyampaikan, “saya berpesan, jangan sampai abai. Semoga jangan sampai naik lagi angka kasusnya”. (sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *