Berita

MCCC Antisipasi Persebaran Covid-19 Varian Omicron dan Kaji Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Rabu (19/1), Muhammadiyah Covid-19 Command Center menyelenggarakan Covid-19 Talk dengan tema “Antisipasi Puncak Omicron dan Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka”. Acara ini akan menghadirkan 3 narasumber: Alpha Amirrachman selaku Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Bayu Satria Wiratama selaku dosen Departemen Biostatistik UGM, dan Corina dari MCCC PWM Kalimantan Timur.

Sebagai pengantar, Budi Santoso yang menjadi host pada acara ini mengatakan bahwa puncak dari Covid-19 varian Omicron diperkirakan terjadi pada Februari-Maret. Oleh karena itu, perlu menjadi kewaspadaan bersama untuk seluruh masyarakat, pemerintah, maupun berbagai macam organisasi masyarakat.

Dari sudut epidemologi, Bayu Satria mengatakan bahwa sebenarnya di tahun 2021 sudah ada peningkatan kasus, terutama di akhir bulan Desember. Mobilitas masyarakat juga meningkat, termasuk mulai banyak pelonggaran aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat.

Baca Juga: MCCC: Jangan Lengah, Waspada Covid-19 Varian Omicron

Tingkat kepatuhan masyarakat untuk menjalankan prokes, lanjutnya, juga mulai menurun. Hal tersebut bisa dibilang wajar karena kebiasaan masyarakat cenderung berubah. “Kalau kasusnya belum tinggi, belum akan menjalankan prokes dengan baik,” kata Bayu.

Penyebaran virus ini terhitung cepat. Ketika pemerintah memprediksi bahwa akan ada kenaikan kasus varian Omicron akan terjadi di bulan Maret 2022, tidak lama setelah itu banyak warga yang terpapar. Meski sudah mengerti bahwa ada kenaikan kasus, tetapi sebagian masyarakat tetap berpergian keluar-masuk daerah, lalu bertemu banyak orang, serta  berlibur, dan jalan-jalan.

Hal tersebut, kata Bayu, juga dipengaruhi oleh kebijakan pelonggaran PPKM yang dilakukan oleh pemerintah yang sebelumnya menerapkan PPKM Level 3 di penghujung tahun lalu. Akhirnya hal tersebut pun meningkatkan mobilitas masyarakat.

Alpha pun sangat berhati-hati dalam merespons setiap kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Banyak aspirasi yang ia dengar dari warga sekolah Muhammadiyah.

Dia mengatakan, ada dua prinsip penting yang harus dijalankan: pertama, Majelis Dikdasmen Muhammadiyah mengutamakan keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah, seperti siswa dan siswi, guru pendidik, tenaga kependidikan, termasuk seluruh keluarga siswa; kedua, mengutamakan kualitas pendidikan. Artinya, walaupun di awal-awal masa pandemi bahkan sampai saat ini para siswa belajar dari rumah, para tenaga pendidikan tetap memberikan ilmunya kepada mereka dengan semaksimal mungkin. (husein)

Related posts
Berita

PCIA Hongkong Bantu Buruh Migran Indonesia Terdampak Covid-19

Hongkong, Suara ‘Aisyiyah – Ketua Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Hongkong Sri Nasiati Umaroh menyampaikan berbagai kesulitan yang dihadapi oleh teman-teman Buruh…
Berita

Pandemi Belum Usai, PWA NTT Istikamah Bantu Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Kupang, Suara ‘Aisyiyah – Sampai saat ini, fluktuasi pasien Covid-19 dengan berbagai varian masih saja terjadi. “Fakta di lapangan kami melihat sangat…
Wawasan

Kesehatan Mental dan Peran Keluarga: Fenomena Masalah Kesehatan Mental Pasca Pandemi Covid-19

Oleh: Lofty Andjayani “Family is not important thing, it’s everything!” Michael J.Fox Keluarga mempunyai peran yang sangat besar dalam hal pembangunan sumber…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.