MEK PDA Banyumas Gelar Sosialisasi Lomba Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah

Berita 2 Des 2021 0 87x

MEK PDA BanyumasBanyumas, Suara ‘Aisyiyah – Dalam rangka menguatkan lomba berjenjang Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah (GLHA) dan Ekspo Olahan Pangan Lokal yang diadakan setiap tahun oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Pusat Aisyiyah (PPA), MEK Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Banyumas mengadakan sosialisasi lomba tersebut pada hari Sabtu 27 November 2021 bertempat di Balai Aisyiyah yang beralamat Jalan Masjid Gang II No. 1 Purwokerto. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 sampai dengan 12.00 WIB dan diikuti oleh 28 Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Banyumas.

Acara ini menghadirkan narasumber bidang pertanian, peternakan, dan perikanan dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyumas, Sugiyatno dan Rokhmat.

Ketua MEK PDA Banyumas, Naelati Tubastuvi menyampaikan bahwa Lomba Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah diadakan setiap tahun oleh MEK PPA. Pada lomba periode tahun 2020-2021, MEK PDA Banyumas mendapat juara 2 tingkat nasional. Melalui sosialisasi ini diharapkan semua PCA akan termotivasi mengikuti lomba periode tahun 2021-2022.

Baca Juga: PDA Banyumas Launching dan Serahkan Bibit Pohon dan Sayur Sistem Pola Asuh

Zakiyah selaku Ketua Umum PDA Banyumas yang hadir memberikan sambutan menyampaikan apresiasinya atas gerakan yang dilakukan oleh MEK. “Dampak pandemi tentu luar biasa dalam semua aspek kehidupan. Oleh karena itu, salah satu program lumbung hidup MEK ini merupakan bagian dari respon mengakselerasi program yang sudah ada,” tuturnya.

Sosialisasi lomba ini diisi oleh Benita Riana Varunawati dari Divisi Ketahanan Pangan MEK PDA Banyumas. Ia mengatakan, “Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah adalah suatu pemanfaatan lahan pekarangan yang dikelola secara individu maupun kelompok dan dapat menjamin ketersediaan bahan pangan, baik karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan obat-obatan, baik dari produk nabati maupun produk hewani. Kegiatan bertanam di kebun, memelihara ikan dan ternak di pekarangan merupakan kegiatan yang produktif yang dapat menyediakan bahan pangan yang sehat dan aman dan dapat meningkatkan imunitas untuk menghindari wabah Covid-19”.

Lomba tahun 2021 ini berbeda dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 MEK PDA Banyumas diwakili oleh PCA Purwokerto Utara, Purwokerto Timur, Kebasen, Lumbir, dan Karang Lewas. Untuk ekspo olahan pangan lokal wakilnya adalah Siti Andayani. Pada lomba tahun 2021 kali ini pelaksanaannya dilakukan secara berjenjang dari cabang, daerah, wilayah, hingga tingkat nasional. Di tingkat cabang yang terdiri atas beberapa ranting, masing-masing ranting dapat mengirimkan jenis kegiatan yang berbeda. Misalnya ranting A di bidang peternakan/perikanan, ranting B apotik/warung hidup, hidroponik, dan ranting C budidaya jamur, tanaman dan buah -buahan, dan seterusnya.

Lomba GLHA dilaksanakan dengan cara peserta mengirimkan video berdurasi maksimal 6 menit. Dalam video tersebut harus dimuat profil GLHA, pengorganisasian yang meliputi pendataan, perencanaan, dan pelaksanaannya, serta rencana tindak lanjut. Keragaman usaha dan jenis tanaman dalam gerakan lumbung hidup juga akan menambah poin penilaian. Untuk lomba olahan pangan lokal, teknisnya juga sama yaitu dengan cara masing-masing PCA mengirimkan video berdurasi maksimal 3 menit kepada MEK PDA. Video tersebut harus memperlihatkan bahan baku pangan yang diolah, ringkasan proses produksi, pengemasan, dan deskripsi produk. Batas akhir pengiriman video adalah 17 Januari 2022.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan dari dua narasumber yakni Sugiyatno yang membawakan materi peternakan dan perikanan dan Rokhmat dengan materi pertanian.  Dalam materinya, narasumber pertama menjelaskan tentang aquaponik dan budi daya kelinci. Melalui peragaan ia memberikan contoh cara pembuatan dan penanaman sistem aquaponik. Sementara itu, narasumber kedua dengan materi bertajuk “Sistem Budi Daya  Pertanian di Lahan Sempit (Pekarangan)” menguraikan secara detail berbagai hal tentang pemanfaatan lahan sempit untuk melakukan budi daya pertanian.

Sebelum acara ditutup, panitia membagikan door prize kepada peserta yang hadir paling awal dan yang dapat menjawab pertanyaan. Selain itu, kepada PCA se-Kabupaten Banyumas juga dibagikan bibit tanaman untuk ditanam di cabang masing-masing. (Urip Kuswardati/Mintarti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *