Melalui GLHA, ‘Aisyiyah Berikan Kontribusi Nyata di Sektor Pangan

Berita 27 Mar 2021 0 87x
Berita Aisyiyah

Webinar MEK PP ‘Aisyiyah

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah mengadakan webinar nasional dengan tema “Gerakan Lumbung Hidup ‘Aisyiyah (GLHA) Mendukung Ketahanan Pangan Nasional” pada Sabtu (27/3). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya lahan pekarangan masyarakat Indonesia yang belum dimanfaatkan dengan baik dan maksimal.

Ketua MEK PP ‘Aisyiyah Dyah Suminar menyampaikan dalam sambutannya bahwa GLHA merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. Pemanfaatan sumber daya lahan, lanjut Dyah, diharapkan mampu memberikan kontribusi pangan secara mandiri bagi masyarakat. “GLHA diharapkan mampu memberikan kontribusi ketersediaan pangan secara mandiri, baik di masa pandemi maupun di situasi aman,” jelasnya.

Dyah menjelaskan bahwa Lumbung Hidup ‘Aisyiyah sebenarnya sudah dilakukan sejak sebelum pandemi. Ada berbagai bentuk kegiatan yang sudah terlaksana, baik berupa membuat kebijakan dan panduan, kegiatan seremonial, sampai praksis gerakan di lapangan. Ke depan, Dyah berharap bahwa program GLHA tidak berhenti pada acara seremonial, melainkan menjadi BUEKA (Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah) bidang pangan dengan target sejuta warga ‘Aisyiyah melakukan GLH.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini. Noordjannah menyampaikan bahwa GLHA merupakan kontribusi nyata ‘Aisyiyah dalam menyelesaikan problem pangan yang semakin nyata. Di tengah situasi pandemi, jelas Noordjannah, ‘Aisyiyah berusaha untuk berikhtiar dan terus bergerak dengan bergotong-royong dan saling membantu antar masyarakat guna menghadapi kondisi yang tidak mudah ini. “Saya meyakini bahwa perempuan-perempuan itu mempunyai kekuatan, kesabaran, dan keuletan untuk menghadapi  situasi yang berat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nordjannah menyampaikan bahwa GLH tidak semata-mata berhubungan dengan nilai ekonomi, tapi juga nilai rohani. Oleh karenanya, ia menekankan bahwa ikhtiar yang dilakukan warga ‘Aisyiyah melalui GLH itu juga dilakukan dengan melibatkan dimensi ruhaniyah, misalnya dengan melibatkan Tuhan dalam segala aktivitasnya.

Bertindak selaku Keynote Speech dalam kegiatan webinar ini adalah Kepala Bidang Ketersediaan Pangan Kementerian Pertanian Rachmi Widiariani. Memulai paparannya, Rachmi menyampaikan status ketahanan pangan dan gizi Indonesia di tahun 2019. Global Food Security Index mencatat Indonesia berada di posisi 62 dari 113 negara. Meski masih berada di bawah Singapura (1), Malaysia (28), Thailand (52), dan Vietnam (54), posisi Indonesia terus mengalami peningkatan (perbaikan) jika dihitung year on year.

Rachmi menyampaikan tantangan dan peluang ketahanan pangan Indonesia di era new normal. Ia juga memberikan info perkembangan terbaru mengenai isu impor beras yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat luas. Menurutnya, produksi beras di Indonesia sampai saat ini dapat dibilang cukup, sehingga tidak ada rencana untuk mengimpor beras, setidaknya sampai bulan Juni sebagaimana yang disampaikan Presiden Jokowi.

Kegiatan webinar dilanjutkan dengan menampilkan video expo olahan pangan lokal, pemberian rewards olahan pangan, penayangan video GLHA dari beberapa daerah, serta pengumuman pemenang lomba GLHA. (SB)

Tinggalkan Balasan