Memahami Long Covid yang Dialami Penyintas Covid-19

Berita 16 Sep 2021 1 63x
long covid

long covid

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah  Sabtu (11/9), akun Instagram @gooddoctor.id mengadakan siaran langsung dengan mengusung tema “Trik Jitu Atasi Dampak Fisik & Mental Long Covid” dengan menghadirkan Jeffri Aloys Gunawan (Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS Brawijaya Anatasari) dan Ratih Ibrahim (CEO Founder Personal Growth) sebagai narasumber.

Jeffri menjelaskan, long Covid adalah suatu kondisi di mana seseorang yang sudah sembuh dari Covid-19 tetapi masih mengalami gejala. Menurutnya, hampir 50% penyintas Covid-19 mengalami long Covid. Ada beberapa gejala long Covid yang sering dialami oleh penyintas Covid-19, di antaranya ialah sesak napas, cemas, depresi, mudah lelah, dan rambut rontok.

Menurut Jeffri, untuk menangani long Covid perlu dilihat dari kasus per kasus atau lebih kepada kondisi masing-masing individu. Hal ini, menurutnya, karena setiap orang memiliki gejala yang berbeda-beda; ada yang butuh ditangani oleh psikolog, psikiater, atau terapis.

Baca Juga: Bolehkah Penderita Autoimun Divaksin?

Jeffri juga menjelaskan tiga alasan penyintas Covid-19 baru diperbolehkan melakukan vaksinasi setelah 3 bulan dinyatakan sembuh dari Covid-19, yaitu: pertama, terpapar Covid-19 sama halnya dengan melakukan vaksinasi, hanya saja dengan cara yang lebih menyakitkan. Selain itu, penyintas Covid-19 juga sudah memiliki antibodi. Kedua, mendahulukan orang-orang yang belum memiliki antibodi. Ketiga, tubuh perlu pemulihan terlebih dahulu.

Selanjutnya, Ratih Ibrahim menjelaskan mengenai insomnia yang dialami oleh penyintas Covid-19. Ratih menjelaskan bahwa para penyintas Covid-19 harus mulai mengubah mindset dan kebiasaannya kembali.

“Kebanyakan dari kita kan sering tanpa sadar melakukan activity di tempat tidur, dan ini secara psikologis membuat otak kita jadi kurang rapih, karena buat dia, tempat tidur juga tempat kerja dan buat sebagainya,” ujar Ratih. (fathia)

One thought on “Memahami Long Covid yang Dialami Penyintas Covid-19”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *