Membangun Ketangguhan Melalui Pemberdayaan

Liputan 17 Nov 2020 0 82x

Dampak wabah Covid-19 tidak hanya terkait masalah medis atau kesehatan saja. Bachtiar Dwi Kurniawan, Sekretaris Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah, mengungkapan, dilihat dari proses penyebarannya yang sangat mudah dan cepat, Covid-19 telah menyebabkan rasa cemas di masyarakat. Untuk itu, tambahnya, pemerintah bersama elemen masyarakat berjuang keras mengatasi penyebaran virus Covid-19 ini dengan melakukan physical distancing-social distancing, stay at home, work from home, school from home, hingga Pengaturan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Berbagai upaya pencegahan tersebut, ungkap Bachtiar, mau tidak mau membuat pergerakan manusia terbatas. Akibatnya roda ekonomi masyarakat tidak berputar sebagaimana biasa. Tidak sedikit usaha yang tutup, para pekerja dirumahkan, berkurangnya pendapatan hingga hilangnya pendapatan, bahkan tidak sedikit pula yang menganggur, jobless dan homeless

Melihat kondisi masyarakat yang memprihatinkan, Bachtiar mengungkapkan, bahwa Muhammadiyah bersama ‘Aisyiyah telah bergerak memberikan santunan kepada masyarakat terdampak covid-19 dengan memberikan santunan sosial secara langsung hingga membentuk lumbung pangan. Kegiatannya berupa pengumpulan donasi uang dan sembako, pemberian paket sembako kepada masyarakat terdampak seperti pegawai dan guru honorer, panti asuhan, masyarakat rentan seperti difabel, pemulung dan masyarakat miskin, dan jobless atau kehilangan pekerjaan. Selain itu, tambahnya, juga memberikan santunan nutrisi kepada ibu hamil menyusui dan balita, untuk mencegah stunting karena berkurangnya pendapatan masyarakat. 

Bangkit dengan Pemberdayaan Masyarakat

Di samping melakukan santunan sosial secara langsung, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah juga melakukan kegiatan livelihood atau pemberdayaan masyarakat. “Ada 2 program yang kita galakkan dalam pemberdayaan masyarakat mengatasi dampak sosial ekonomi covid-19, yakni program ketahanan pangan dan program pemberdayaan masyarakat” papar Bachtiar. 

Pertama, program ketahanan pangan. Kegiatan yang dilakukan dengan membentuk lumbung pangan, mendistribusikan paket santunan tunai dan sembako, serta pemberian nutrisi pada ibu hamil, menyusui, dan balita. “Bagi masyarakat yang punya usaha, kami lakukan solidarity buying dengan membeli produk warga, selanjutnya membantu mendistribusikannya. Dengan ini warga dapat menemukan pasarnya kembali. Sehingga, ekonomi kembali bergerak, masyarakat pun tetap punya pendapatan dalam situasi yang sulit,” paparnya. 

Pada kelompok usaha kecil seperti para penjahit misalnya, diarahkan untuk membuat masker, APD, kemudian dibantu permodalannya, dan akses penjualan ke pasar (rumah sakit) yang membutuhkan.“Intinya, kami dorong masyarakat untuk meningkatkan usahanya baik di sektor pangan, seperti petani, peternak, usaha perikanan dan usaha rumahan. Sehingga masyarakat bisa punya pendapatan dan bisa bertahan dalam situasi sulit di tengah pandemi,” lanjutnya. Bagi yang belum memiliki usaha, ataupun kehilangan pekerjaan, jelas Bahctiar, difasilitasi dengan memberikan gambaran usaha di situasi pendemi, mengarahkan pada produk produk pangan, olahan, dan usaha bidang kesehatan.

Terkait pemberdayaan ekonomi, jelas Latifah Iskandar, Ke-tua PP ‘Aisyiyah yang membidangi ekonomi, ‘Aisyiyah merangkul perempuan pelaku usaha terdampak dengan memberikan edukasi dan pendampingan. Pendampingan UMKM dilakukan antara lain dengan memanfaatkan teknologi informasi. Selain itu, imbuh Latifah, ‘Aisyiyah juga dapat berperan sebagai penghubung antara produsen dan konsumen agar lingkaran ekonomi kembali berputar, sehingga masyarakat dapat bertahan di tengah pandemi.

Bersinergi Melawan Covid-19

Tak dapat dipungkiri melawan pandemi global harus saling bahu membahu, pun yang dilakukan Ortom dan AUM. Seperti berbagi data warga yang terdampak, berbagi data warga yang punya usaha sehingga nantinya dapat dilakukan pendistribusian santunan dan solidarity buying bersama. Pun, berbagi informasi terkait potensi yang bisa dikembangkan oleh warga yang terdampak covid-19. Sehingga bisa berbagi peran dalam membangkitkan sosial ekonomi masyarakat.

Seperti halnya ‘Aisyiyah, akan lebih banyak mengambil peran untuk fokus pada isu ibu dan anak. Leading sectornya ‘Aisyiyah bersama Nasyiatul Aisyiyah (NA). Pemberdayaan kelompok usaha warga dapat dilakukan oleh MPM (Majelis Pemberdayaan Masyarakat) dan ‘Aisyiyah dengan pendanaan melalui LAZISMU bersama unsur dari Muhammadiyah lainnya. Dalam hal ini semuanya tergabung dalam Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC). Oleh karena itu, pesan Bachtiar, jangan lupa untuk berzakat dan bersedekah ke LAZISMU. (Gustin Juna)

Baca Selengkapnya di Rubrik Laput , Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi Juni 2020

 

Leave a Reply