Membiasakan Gaya Hidup Sehat

Info Sehat 2 Apr 2020 0 307x

Sehat menurut WHO (World Health Organization) meliputi sehat secara biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Membiasakan hidup sehat berarti membuat kebiasaan sehari-hari untuk memperoleh kesehatan bagi empat unsur diri manusia tersebut, yang akan membawa manusia selalu produktif sehingga  memperoleh kebermaknaan hidup. Keempat unsur kesehatan itu memiliki tingkat urgensi yang sama bagi manusia, walau memang harus dimulai dengan mempersiapkan dan membiasakan kesehatan biologis.

Membiasakan Gaya Hidup Sehat

Pembiasaan keempat macam kesehatan itu sudah dapat dimulai semenjak bayi masih berada dalam kandungan. Dimulai dengan cara pasangan suami isteri membiasakan makan makanan sehat bagi si ibu, menjaga kondisi kejiwaan ibu agar selalu stabil, membiasakan untuk berkomunikasi dengan bayi dalam kandungan, serta membiasakan untuk memperdengarkan lantunan-lantunan spiritual seperti bacaan al-Qur’an kepada  bayi tersebut. Pembiasaan itu kemudian harus dilanjutkan sepanjang hidup, yaitu pada usia anak, remaja, pemuda, dewasa, dan lanjut usia.

Namun pembiasaan gaya hidup sehat memang tidak mudah, banyak tantangan dan rintangannya. Tantangannya  terutama pada proses pembiasaan itu sendiri dan rintangannya adalah adanya kondisi yang berlawanan dari empat macam kesehatan tersebut. Berikut akan disampaikan tentang bagaimana membangun kebiasaan gaya hidup sehat dalam empat macam kesehatan tesebut.

Pertama, membangun kebiasaan gaya hidup sehat secara biologis. Ini dapat dilakukan dengan cara membiasakan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat yaitu yang halalan thayyiban,  menjaga pola makan yaitu dengan cara makan secukupnya, berolah raga yang cukup, serta menghindari kebiasaan buruk yang sudah dianggap biasa oleh masyarakat yaitu merokok.

Rintangan utama dari membangun kebiasaan hidup sehat secara biologis adalah kondisi kemiskinan. Dengan kondisi tersebut maka pembiasaan untuk cukup makan saja sulit untuk tercapai, walau kenyataannya dan ini sebuah ironi,  justru  masyarakat miskin mudah terjebak pada kebiasaan buruk yaitu merokok, atau bahkan mengkonsumsi minuman keras dan NARKOBA.

Di samping itu ancaman kemiskinan juga sering diperparah dengan beredarnya makanan tidak sehat karena mengandung zat kimia yang berlebihan untuk menambah rasa enak, renyah, serta campuran warna yang menarik. Bahkan belakangan ini ada gejala untuk menjadikan  anak-anak sebagai sasaran peredaran minuman keras dan NARKOBA yang dikemas dalam produk minuman dan makanan kecil sejenis permen coklat dengan harga murah.    

Kedua, membangun kebiasaan gaya hidup sehat secara psikologis. Ketenangan jiwa merupakan kondisi utama dalam kesehatan secara psikologis. Ketenangan jiwa merupakan produk dari proses pembiasaan tenang dalam menghadapi permasalahan. Manusia tidak akan terlepas dari permasalahan yang memerlukan pemecahan. Kondisi tenang dalam menghadapi masalah dapat membantu kerja daya pikir untuk menemukan cara pemecahan masalah. Ada langkah-langkah psikologis untuk memperoleh rasa tenang dalam menghadapi masalah. 

Yakni dengan berusaha menerima terhadap masalah yang dihadapi, dan menganggap itu adalah sebuah taqdir. Selanjutnya membangun sikap optimis, yaitu dengan cara berfikir positif (khusnudhan) dengan penuh keyakinan bahwa  Allah Swt. akan menunjukkan jalan keluar dari masalah yang dihadapi, kemudian diikuti dengan berdoa secara sungguh-sungguh. Langkah-langkah  tersebut perlu dilakukan setiap kali menghadapi masalah, baik masalah yang ringan maupun berat, sehingga akan menjadi kebiasaan jiwa. Ketenangan jiwa di samping akan menghadirkan kesehatan secara psikologis juga akan berpengaruh kepada kesehatan biologis.

Ketiga, membangun gaya hidup sehat secara sosial. Hubungan sosial merupakan bagian dari kehidupan yang tidak terhindarkan. Kesehatan hubungan sosial  dapat berpengaruh juga kepada ketenangan jiwa yang dapat mendukung   produktifitas dan kebermaknaan hidup seseorang.  Gaya hidup sehat secara sosial  harus dibangun secara terus menerus semenjak usia dini. Ada beberapa sikap sosial yang harus dibiasakan untuk dapat memiliki gaya hidup sehat secara sosial, di antaranya adalah sebagai berikut. 1) Membina hubungan sosial yang erat dengan sekitar, 2) bersikap berepikir positif terhadap anggota komunitasnya, 3) menghindari pergunjingan di komunitasnya, 4) berusaha agar dirinya dapat memberi manfaat pada lingkungan komunitasnya, atau bahkan pada masyarakat secara luas.

Keempat, membangun gaya hidup sehat secara spiritual. Aspek spiritual adalah hubungan individu dengan Tuhan, dengan Allah Yang Maha Rahman Maha Rahim. Sebenarnyalah kesehatan spiritual merupakan kondisi utama yang harus diusahakan oleh setiap individu. Kesehatan secara spiritual dapat mempengaruhi kondisi tiga kesehatan yang telah diutarakan sebelumnya.  Kesehatan spiritual dapat ditandai dengan adanya rasa berserah diri kepada Allah Swt., serta ketaatan seseorang dalam melaksanakan ibadah kepadaNya, baik ibadah wajib maupun yang sunah.  Untuk memiliki gaya hidup sehat  secara spiritual memerlukan usaha untuk membentuk kesadaran dan konsistensi dalam melaksanakan ketaatannya kepada Allah Swt. yang sudah dilatihkan semenjak usia kanak-kanak.

Untuk memiliki gaya hidup sehat memerlukan usaha yang sungguh-sungguh bagi individu dan masyarakat, di samping juga memerlukan bantuan dari pihak lain. Sebagai organisasi sosial keagamaan  yang sudah banyak berperan dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat maka ‘Aisyiyah dapat meningkatkan kegiatannya untuk membantu masyarakat memiliki kebiasaan gaya hidup sehat versi WHO tersebut. (SKw)

Tulisan ini pernah dipublikasikan pada Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 5 Februari 2016, hal 5

Sumber ilustrasi : https://www.itcshoppingfestival.com/terapkan-gaya-hidup-sehat-melalui-aktivitas-sederhana-ini/

Leave a Reply