Mempersiapkan Generasi Berkualitas Pada Masa Golden Age Anak

Gaya Hidup Parenting 24 Jul 2021 0 108x

Masa usia dini atau kanak-kanak sering disebut sebagai masa keemasan (the golden age). Penyebutan tersebut karena menilai dari kelebihan dan keistimewaan yang dimiliki anak pada usia tersebut. Apabila orang tua melepas masa keemasan begitu saja, maka akan merugikan sang anak untuk pertumbuhan selanjutnya.

Maria Montessori menjelaskan bahwa pada rentang usia lahir sampai enam tahun, anak akan mengalami masa keemasan, di mana anak mulai sensitif dalam menerima rangsangan. Pada periode sensitif ini, anak akan menerima rangsangan dari lingkungan. Dalam penerimaan rangsangan itu, terdapat perbedaan antara satu anak dengan anak yang lain, tergantung pada laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual.

Baca Juga: Cara Orangtua Merangsang Kreativitas Pada Anak 

Orang tua mempunyai peranan penting di dalam proses tumbuh dan kembang anak. Pasa masa golden age, orang tua dituntut untuk membimbing dan mengoptimalisasi kemampuan anak kepada sesuatu yang dia gemari.

Menurut Loeziane Uce (2017), terdapat dua upaya yang dapat dilakukan orang tua dalam mempersiapkan generasi berkualitas pada masa keemasan anak, yaitu:

Pertama, memberikan ASI pada anak usia 0-2 tahun. ASI memberikan manfaat besar pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Contohnya, meningkatnya perkembangan psikomotorik anak dan penunjang perkembangan kognitif.

Dalam ASI terdapat kandungan taurin, DHA, AA, Omega 6, dan kandungan bermanfaat lainnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemberian ASI juga dipercaya dapat menguatkan kasih sayang antara ibu dan anak.

Kedua, mengembangkan kepribadian anak. Perkembangan kepribadian anak terjadi saat mereka sudah menyadari dirinya sendiri dan kebutuhannya. Anak mulai menyadari keberadaan dirinya dalam keluarga serta hak-hak yang dia miliki, namun belum sepenuhnya menyadari kewajiban yang akan mereka lakukan.

Orang tua dan lingkungan bisa menjadi wadah bagi pembentukan kepribadian anak sebelum mereka masuk ke dalam aktivitas yang lebih kompleks, seperti sekolah. Pendidikan anak usia dini bisa berlangsung di mana saja dan kapan saja, baik dalam keluarga maupun lingkungan bermain.

Baca Juga: Membiasakan Budaya Organisasi kepada Anak

Ilmu neurologi dan psikologi perkembangan menjelaskan, kualitas anak usia dini dipengaruhi oleh faktor bawaan dan faktor lingkungan, seperti faktor kesehatan, gizi, dan psikologi. Faktor bawaan tentunya harus diterima, namun faktor lingkungan dapat diubah dan perbaiki dari keluarga serta lingkungan bermain anak.

Faktor lingkungan akan memberikan kesempatan pada peningkatan aspek kecerdasan, intelektual, emosi, berbahasa, kreativitas, dan spiritual. Terdapat beberapa tips dalam meningkatkan kemampuan dan perkembangan otak anak usia dini, di antaranya: (a) memberikan umpan balik pada proses pembelajaran; (b) memperlihatkan pola hidup yang baik; (c) mengembangkan gaya bahasa; (d) meminimalisir kegiatan menonton TV dan bermain gadget; (e) meningkatan interaksi saat bermain, bernyanyi, tertawa, dan belajar; (f) mengkonsumsi makanan bergizi; (g) melatih keteraturan dalam melakukan kegiatan.

Dalam membentuk generasi yang berkualitas, terdapat peran besar orang tua dan dukungan penuh dari lingkungan. Kedua peran tesebut menjadi poin penting dalam peningkatan kreativitas dan kualitas sang anak. Mendampingi setiap tumbuh kembang anak, kemudian membimbing kepada sesuatu yang dia sukai menjadi tanggung jawab bersama dalam pembentukan generasi yang berkualitas. (Cheny*)

*Mahasiswa magang di Suara ‘Aisyiyah

 

Sumber:

Mustakim, M., dkk. (2020). Seminar Mengoptimalkan Golden Age Anak. Jurnal DedikasiMU (Journal of Community Service). 2 (4).

Uce, L. (2017). The Golden Age: Masa Efektif Merancang Kualitas Anak. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak. 1 (2).

Tinggalkan Balasan