Menakar Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak (1)

Parenting 3 Aug 2020 0 72x

Sumber Ilustrasi  : merries.co.id

Oleh : Casmini (Anggota Majelis Tabligh PP Aisyiyah  & Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prodi Bimbingan dan Konseling Islam  Fakultas Dakwah dan Komunikasi)

Telah menjadi stigma, peran ayah dalam keluarga sebagai pencari  nafkah, melindungi keluarga, mendidik, dan menjadi kepala keluarga. Peran ibu sebagai pengurus keluarga, mengasuh, mendidik dan melindungi anak-anak serta sebagai pencari nafkah tambahan. Semua itu berimplikasi pada munculnya pandangan bahwa seorang ayah tidak perlu terlalu terlibat dalam pengasuhan anak. 

Pengasuhan atau parenting merupakan sebuah perilaku yang dilakukan dengan kehangatan, sensitif, penuh penerimaan, ada pengertian, dan respon yang tepat pada kebutuhan anak (Garbarino dan Benn, 1992). Pengertian ini menunjukkan bahwa pengasuhan anak membutuhkan aktivitas yang saling melengkapi antara ayah dan ibu. Secara ideal ayah dan ibu memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan rumah tangga dan perkawinannya, termasuk di dalamnya berperan sebagai model yang lengkap bagi anak-anak dalam menjalani kehidupannya (Andayani & Koentjoro, 2004). 

Secara riil, ayah memiliki peranan yang khas dalam pengasuhan anak.  Seorang sosiolog bernama Dr. David Popenoe menyatakan bahwa ayah yang terlibat langsung dalam pengasuhan anak akan memberikan keuntungan positif bagi anaknya yang tidak mungkin didapat dari orang lain. Ayah memiliki dampak secara langsung terhadap well-being anak. Penelitian lain menunjukkan bahwa well-being anak dipengaruhi oleh keterlibatan ayah dalam mengasuh anak. Hasil survei di Amerika Serikat (Nesbitt,  2012) ditemukan bahwa lemahnya peran ayah, atau ketiadaan ayah atau figur ayah yang menggantikannya (kakek, paman, dsb) dalam keseharian hidup anak akan berimplikasi pada perilaku anak yang tidak adaptif atau perilaku nakal (delinquency). 

Aspek lain pada diri anak yang dipengaruhi oleh keterlibatan ayah adalah kemampuan kognitif, pencapaian akademik, psychological well-being, dan tingkah laku sosial. Keterlibatan ayah yang aktif dalam pengasuhan anak di masa kecilnya akan mendorong anak lebih berprestasi secara akademis. Anak-anak yang dalam pengasuhannya melibatkan peran ayah secara aktif akan berprestasi lebih baik khususnya dalam kemampuan verbal, fungsi intelektual dan capaian akademisnya. 

Secara nyata, keterlibatan ayah dalam pengasuhan berimplikasi pada seluruh aspek perkembangan anak. Pada anak laki-laki, lemahnya atau ketiadaan figur ayah akan memaksanya menjalankan peran sebagai lelaki di rumah secara lebih dini. Kondisi ini mengancam haknya untuk menikmati saat masa kanak-kanak secara optimal dan menimbulkan beban emosional yang berdampak di masa dewasa. 

Seseorang akan terdorong berperilaku menyerupai perilaku orang dewasa di sekitarnya, termasuk perilaku negatif. Misalnya merokok, mengkonsumsi minuman keras, dan semacamnya. Bagi anak perempuan, lemahnya atau ketiadaan figur ayah dalam hidupnya akan mendorong munculnya rasa tidak aman. Seorang anak perempuan tertanam persepsi tidak adanya perlindungan dalam kesehariannya oleh ayah. Pandangan ini berpengaruh terhadap perilaku terhadap lawan jenis, diri sendiri, dan dunia sekitarnya.  Dijumpainya beberapa kasus seks usia dini dan kehamilan pra nikah merupakan salah satu efeknya, bahkan mungkin menstimuli munculnya LGBT di kalangan remaja.

Keterlibatan ayah adalah partisipasi aktif dan di dalamnya terkandung pengertian inisiatif. Seorang ayah dikatakan terlibat dalam pengasuhan anak ketika ayah berinisiatif untuk menjalin hubungan dengan anak dan memanfaatkan semua sumber dayanya baik afeksi, fisik, dan kognisinya. Secara filosofis dalam mengasuh anak adalah bahwa kesejahteraan dan kebahagiaan individu tergantung pada empat elemen, yaitu elemen fisik, sosial, intelektual  dan spiritual. Orangtua haruslah dapat memfasilitasi perkembangan anak dalam keempat hal tersebut. Keterlibatan ayah menjadi kebutuhan yang mendasar.

Bagaimana Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak ?

Kehadiran sosok seorang ayah memiliki peran yang cukup signifikan bagi anak. Pertama, mengasuh anak. Islam memandang bahwa peran mendidik anak bukanlah mutlak kewajiban seorang ibu, bahkan al-Qur’an mengajarkan arti pentingnya peran ayah dalam mendidik anak. Dalam Q.S al-Baqarah ayat 132 dan Yusuf ayat 67 menceritakan tentang Luqman, Nabi Ya’kub, dan Nabi Ibrahim dalam mendidik anaknya. Cerita tersebut dikuatkan oleh sebuah Hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Jabir bahwa seorang ayah yang mendidik anak-anaknya adalah lebih baik daripada bersedekah setengah sha’ setiap hari di jalan Allah. 

Keterlibatan seorang ayah dalam mendidik anak ditempatkan sebagai perbuatan mulia. Sosok Luqman al-Hakim yang dijelaskan dalam al-Qur’an . .

Bersambung ke Menakar Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak (2)

Leave a Reply