Mengatasi Perbedaan Pilihan Sekolah antara Orangtua dan Anak

Keluarga 13 Aug 2020 0 75x

Sumber Ilustrasi : okezone.com

 

Pertanyaan

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh, 

Kak ‘Aisy yang saya hormati, 

Saya seorang Ibu yang mempunyai anak perempuan yang baru saja menyelesaikan Ujian Nasional (UN) tingkat SMU dan bersiap untuk memasuki perguruan tinggi. Anak saya itu sekolah di MAN di kota saya. Sambil menunggu hasil ujian, maka saya, suami, dan anak saya membahas tentang kelanjutan tempat kuliah  yang akan diambilnya. Ternyata ada perbedaan pertimbangan antara kami sebagai orangtua dan anak saya untuk menentukan pilihan bidang kuliahnya. Saya dan suami sebagai orangtua menginginkan anak saya kuliah bidang agama untuk menguatkan ilmu keagamaannya yang sudah diterima di MAN, karena sebagai anak perempuan ke depannya harus menjadi ibu yang berkewajiban menguatkan keagamaan anak-anaknya dan juga dapat untuk modal bekerja.

Di samping itu dengan ilmu agama yang semakin kuat akan menguatkan pribadinya dalam menghadapi ancaman pergaulan bebas pada remaja dan pemuda yang sudah sangat   menghawatirkan belakangan ini. Tetapi anak saya bersikukuh ingin memilih bidang keilmuan umum sesuai dengan minat yang selama ini sudah ditekuni.  Tentang biaya kuliah Insya Allah kami cukup mampu untuk menyediakannya. Agar dapat tenang dalam mengarahkan anak kami dalam memilih bidang kuliah itu maka kami memohon Kak ‘Aisy dapat memberikan saran dan penjelasan. Untuk itu kami menghaturkan terimakasih.

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

Ibu U H di P

Jawaban :

Wa’alaikum salam wa rahmatullaahi wa barakaatuh,

Ibu U H di P, Kak ‘Aisy mengucapkan selamat atas selesainya putri Ibu dari bangku SMU dan ikut berdoa semoga lulus UN dengan nilai yang memuaskan. Terkait dengan perbedaan pendapat antara orangtua dan anak tentang pilihan bidang studi di perguruan tinggi memang sering terjadi sebagaimana yang Ibu alami. Berikut ini akan saya sampaikan informasi tentang adanya tiga jenis perguruan tinggi yang semoga dapat menjadi jalan pemecahan bagi Ibu dan anak Ibu, yaitu minat anak anda tercapai dan keinginan Ibubeserta suami agar anak Ibu dapat meningkatkan pemahaman agamanya juga terpenuhi.

Pertama tentang minat anak. Ibu semestinya bersyukur bahwa anak Ibu telah memiliki minat tentang suatu bidang studi yang disukainya. Banyak anak yang tidak tahu tentang minat dirinya dalam pemilihan bidang studi sehingga ketika harus memilih maka akan  asal memilih saja atau ikut-ikutan temannya saja. Adanya minat itu penting karena akan mendorong seseorang tekun dan mau kerja keras untuk memperoleh yang diminatinya dan menyelesaikannya. Minat merupakan modal untuk memiliki motivasi tinggi. Maka akan sangat baik apabila Ibu dan suami bahkan dapat mendukung anak Ibu untuk memilih bidang studi yang diminatinya. Memang selanjutnya perlu adanya semacam diskusi dengan anak Ibu apakah dia telah mencari informasi dan mempertimbangkan tentang prospek bidang studi tersebut ke depannya dalam mendukung karirnya.

Kedua tentang jenis perguruan tinggi terkait dengan harapan orangtua agar anak faham agama. Dalam hal tersebut maka ada tiga jenis perguruan tinggi. 1). Perguruan tinggi yang mengembangkan bidang studi umum saja tetapi di dalamnya ada juga mata kuliah agama, seperti UGM, UNS, UNDIP, atau perguruan tinggi swasta umum.  2). Perguruan tinggi yang mengembangkan bidang studi agama dan bidang studi umum, dan sekaligus mengintegrasikan kedua bidang studi tersebut dalam proses perkuliahan, seperti UIN yang berada di beberapa kota-kota besar, dan Universitas Muhammadiyah, 3). Perguruan tinggi yang mengembangkan bidang studi agama saja, yaitu IAIN, STAIN, dan PTAI swasta.

Dengan memperhatikan tiga jenis perguruan tinggi tersebut maka semoga Ibu, suami Ibu, dan anak Ibu dapat mempertimbangkan perguruan tinggi yang sesuai untuk dapat menjawab per-masalahan yang sedang Ibu hadapi. Di samping itu untuk meningkatkan pemahaman agama juga tidak hanya dapat diperoleh melalui pembelajaran di sekolah maupun dalam perkuliahan, tetapi juga dapat diperoleh melalui kegiatan organisasi keagamaan baik di sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Maka Ibu juga dapat mendorong anak Ibu aktif dalam kegiatan-kegiatan tersebut.  

Demikianlah urun rembug kami semoga bermanfaat. 

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

(SKw.)   

 

Leave a Reply