Kesehatan

Mengenal dan Mencegah Hepatitis

Kesehatan

Oleh: Aprilia Kusuma Wardaningtyas*

Hepatitis per definisi dijelaskan sebagai peradangan yang terjadi pada hati atau liver. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal: mulai dari infeksi virus, kebiasaan mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit autoimun, dan infeksi cacing hati. Jika tidak ditangani dengan baik, hepatitis dapat menimbulkan komplikasi, seperti gagal hati, sirosis, atau kanker hati (hepatocellular carcinoma).

Hepatitis mempunyai berbagai jenis atau varian. Jenis-jenis itu adalah sebagai berikut. Pertama, Hepatitis A. Penyebab hepatitis A ialah infeksi virus hepatitis A (HAV). Penularan jenis hepatitis ini dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus hepatitis A.

Kedua, Hepatitis B. Jenis hepatitis ini disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B dapat ditularkan melalui hubungan seksual tanpa alat pengaman dan transfusi darah. Pada kasus yang jarang terjadi, ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B bisa menularkan virus ini kepada janinnya.

Ketiga, Hepatitis C. Hepatitis C disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). Penularan hepatitis C dapat melalui hubungan seksual tanpa kondom atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Sama seperti hepatitis B, virus ini bisa menular dari ibu yang terinfeksi hepatitis C kepada janinnya.

Keempat, Hepatitis D. Hepatitis D adalah peradangan hati akibat infeksi virus hepatitis D (HDV). Jenis hepatitis ini jarang terjadi, tetapi bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Seseorang bisa tertular hepatitis D bila memiliki riwayat penyakit hepatitis B. Penularan virus ini bisa melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril atau transfusi darah.

Kelima, Hepatitis E. Hepatitis E disebabkan oleh infeksi virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E ditularkan melalui air atau makanan yang terkontaminasi virus ini. Oleh karena itu, hepatitis E mudah menular di lingkungan dengan sanitasi yang buruk.

Keenam, Hepatitis akibat kecanduan alkohol. Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan bisa menyebabkan peradangan pada hati dan menimbulkan kerusakan permanen pada sel-sel hati. Hal ini tentu mengganggu fungsi hati. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal hati dan sirosis.

Baca Juga: Mengenal dan Mengatasi Mastitis

Ketujuh, Hepatitis akibat obat-obatan tertentu. Jenis hepatitis yang juga disebut sebagai toxic hepatitis ini terjadi akibat konsumsi obat-obatan tertentu yang melebihi dosis. Hati bisa mengalami peradangan atau rusak karena bekerja terlalu keras dalam memecah obat-obatan tersebut.

Kedelapan, Hepatitis akibat penyakit autoimun. Pada hepatitis yang disebabkan oleh penyakit autoimun, sistem imun tubuh secara keliru menyerang sel-sel hati sehingga menimbulkan peradangan dan kerusakan hati.

Kesembilan, Hepatitis akibat cacing hati. Peradangan hati juga bisa terjadi akibat infeksi cacing hati. Cacing ini dalam taksonomi dikenal sebagai keluarga opisthorchiidae dan fasciolidae. Jenis cacing hati dari keluarga opisthorchiidae yang paling sering menyebabkan infeksi adalah Clonorchis. Seseorang bisa terkena jenis hepatitis ini bila mengonsumsi makanan yang dimasak secara tidak sempurna (matang) dan terkontaminasi larva cacing hati tersebut.

Kesepuluh, Hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya. Inilah jenis hepatitis yang baru-baru ini muncul dan menggemparkan karena terjadi secara massal. Hepatitis akut misterius ini menyerang anak-anak berusia 1 bulan hingga 16 tahun.

Kebiasaan Berisiko

Ada beberapa kebiasaan atau kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita hepatitis. Kebiasaan atau kondisi itu antara lain: (a) tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet, sebelum mengolah makanan, atau sebelum makan; (b) mengonsumsi makanan yang terkontaminasi virus hepatitis atau makanan yang tidak dimasak hingga matang.

(c) berbagi barang pribadi dengan orang lain, seperti pisau cukur atau gunting kuku; (d) berhubungan seksual dengan penderita hepatitis; (e) memiliki lebih dari satu pasangan seksual, atau melakukan praktik lelaki seks lelaki (LSL); (f) menderita penyakit HIV; (g) bekerja sebagai tenaga kesehatan atau di pusat pengolahan air dan limbah.

(h) sering menerima transfusi darah, terutama bila darah pendonor tidak melalui pemeriksaan ketat atau alat yang digunakan tidak higienis, dan; (i) mengonsumsi beberapa jenis obat yang mengandung paracetamol, atau minum obat herbal tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter.

Gejala dan Pencegahan

Penderita hepatitis biasanya tidak merasakan gejala sampai beberapa minggu setelah terinfeksi atau setelah terjadinya gangguan fungsi hati. Pada penderita hepatitis akibat infeksi virus, gejala akan muncul setelah masa inkubasi, yakni sekitar dua minggu sampai enam bulan. Gejala umum yang muncul pada penderita hepatitis adalah mual dan muntah, demam, mudah lelah, feses berwarna pucat, urine berwarna gelap, nyeri perut, nyeri sendi, kehilangan nafsu makan, penyakit kuning, dan penurunan berat badan.

Agar hepatitis akut pada anak dapat segera terdeteksi dan ditangani, disarankan agar orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan. Langkah awal yang bisa dilakukan ialah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, untuk mencegah penularan hepatitis akut melalui saluran pernapasan ialah dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

Upaya lainnya guna mencegah penularan hepatitis akut adalah perlunya pengenalan terhadap gejala awal penyakit hepatitis akut. Segera bawa anak ke dokter bila mengalami gejala awal berupa mual, muntah, sakit perut, diare, urine berwarna seperti teh, dan demam ringan.

Penting untuk diingat, jangan menunggu hingga muncul gejala lanjutan berupa kulit dan mata menguning, tinja berwarna pucat, sampai penurunan kesadaran. Bila hepatitis sudah menyebabkan kerusakan hati yang berat, dokter akan merekomendasikan tindakan transplantasi hati. Melalui prosedur ini, organ hati pasien yang rusak akan diganti dengan organ hati yang sehat dari pendonor.

Risiko terjadinya hepatitis dapat diturunkan dengan melakukan beberapa upaya berikut, yaitu pertama, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun secara rutin, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan dan sebelum menyentuh makanan. Kedua, menjaga perilaku saat berhubungan seksual dalam batas-batas yang aman, seperti dengan satu pasangan atau menggunakan kondom.

Ketiga, tidak berbagi penggunaan barang-barang pribadi, seperti alat cukur atau sikat gigi. Keempat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Kelima, berolahraga dan beristirahat secara cukup. Keenam, tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan tidak menggunakan NAPZA.

Baca Juga: Kanker Serviks: Terbanyak Mengincar, Termudah Dihindar

Ketujuh, tidak mengonsumsi makanan mentah dan air minum yang tidak terjamin kebersihannya. Kedepalan, melakukan vaksinasi hepatitis sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter.

Selanjutnya, terkait dengan upaya mencegah anak dari hepatitis akut misterius, pastikan anak rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, mengonsumsi makanan yang dimasak hingga matang, tidak berbagi alat makan bersama dengan orang lain, dan menghindari kontak dengan orang sakit. Selain itu, kita juga perlu mengenali gejala-gejalanya yang bersifat gradual karena hepatitis akut bukan tipe penyakit yang tiba-tiba muncul dan langsung menjadi parah.

Ada tiga tahap gejala yang akan dialami anak hingga penyakit ini benar-benar menuju ke tahap parah. Tahap awal yakni saat anak mengalami sakit perut, mual, muntah hingga diare. Kemudian gejala lanjutan, yakni saat anak mulai mengalami penyakit kuning yang biasanya dimulai dari mata yang menguning hingga ke seluruh tubuh.

Terakhir adalah tahap lanjutan parah. Pada tahapan ini biasanya kondisi anak sudah benar-benar memburuk. Warna urine penderita sudah menjadi seperti teh dan pada fesesnya ditemukan lendir putih. Mari kita cegah hepatitis karena mencegah lebih mudah dan murah daripada mengobati.

*Alumni Fak. Kedokteran UMY, dokter Puskesmas Godean I Sleman

Related posts
Kesehatan

Waspadai Hepatitis Akut, Penyakit Misterius yang Menggemparkan Dunia

Akhir-akhir ini, masyarakat di seluruh dunia digemparkan oleh penyakit misterius yang disebut Hepatitis Akut. Pada 15 April 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *