Menggali Pelajaran dari Kiai Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah

Berita 5 Nov 2021 0 57x

Yogyakarta, Suara ‘Aiayiyah – Kiai Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan adalah orang yang luar biasa dan melampaui zaman. Keduanya dapat menyampaikan pesan dengan narasi yang bagus dan kata-kata yang menyejukkan, sehingga dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi masyarakat sekitar. Pernyataan itu disampaikan Wiwid Widiastuti selaku Wakil Ketua Lembaga Kebudayaan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dalam acara Podcast Dialog Dakwah Budaya pada Kamis, (4/11).  Acara tersebut ditayangkan di kanal YouTube @Majelis Tabligh Muhammadiyah.

Menurut Wiwid, setelah satu abad lebih, kata-kata Kiai Ahmad Dahlan masih menjadi satu motivasi yang luar biasa dan relate juga relavan pada zaman sekarang. “Kiai Haji Ahmad Dahlan pernah berpesan, “jadilah guru sekaligus murid”. Setiap orang harus bisa menjadi guru dengan menyebarkan ilmu yang dimilikinya, sekaligus menjadi murid dengan menggunakan seluruh hidupnya untuk belajar,” tambahnya.

Baca Juga: Profil Kiai Ahmad Dahlan: Pikiran dan Gerakan yang Melampaui Zaman

Wiwid Widiastuti juga menjelaskan beberapa pesan dari Kyai Haji Ahmad Dahlan yang dikemas dalam bentuk bahasa Jawa. Salah satu yang ia jelaskan adalah “Muhammadiyah iku dijiwit dadi kulit, dicetot dadi otot”, yang artinya “Muhammadiyah dicubit menjadi kulit, dipukul menambah kekuatan”.

Dalam acara tersebut, Wiwid juga menyingung mengenai perkaderan Muhammadiyah. Ia menjelaskan, perkaderan di dalam keluarga menjadi satu hal yang harus digelorakan lagi. Maksudnya, berkiprah di dalam Muhammadiyah itu tidak hanya dengan menjadi pimpinan Muhammadiyah saja, tapi dalam internal keluarga juga.

Pungkasan, ia menambahkan satu kutipan yang menurutnya penting. “Satu hal yang membuat saya tertarik. Ada satu narasi seperti ini, bahwa sesungguhnya orang itu tidak perlu berkecil hati kalau tidak memperoleh kesempatan berbicara dalam sebuah forum. Karena bukan berbicara yang penting, tapi yang lebih penting yang harus dijelaskan adalah berbuat dan bekerja”. (septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *