Kesehatan

Menjadi Ibu Hebat dan Bayi Sehat dengan Asuhan Sayang Ibu dan Bayi dalam Persalinan

Oleh : Hardiana, Esitra Herfanda*

Persalinan normal adalah istilah bagi proses melahirkan bayi melalui vagina yang umumnya terjadi di antara pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu). Proses persalinan merupakan bagian dari proses alamiah yang terjadi pada siklus hidup perempuan yang sudah menikah dan mengalami kehamilan. Meskipun begitu, kejadian penyulit persalinan yang dapat membahayakan ibu maupun janinnya bisa saja mungkin terjadi setiap saat. Selain itu, beberapa mitos, cerita orang lain, dan pengalaman pribadi menyebabkan beberapa perempuan masih merasa takut, trauma dan khawatir untuk menghadapi persalinan.

Asuhan sayang ibu atau safe motherhood dipercaya dapat membantu berjalannya proses persalinan dengan baik. Dikutip dari Pusdiknakes (2010) menyebutkan, asuhan sayang ibu diterapkan pada ibu bersalin sebagai bentuk menghargai hak-hak ibu dan memberikan asuhan yang baik, berkualitas serta sopan dan penuh kasih sayang dengan melibatkan suami dan keluarga selama persalinan. Oleh karenanya, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi ilmu kebidanan menekankan kepada mahasiswanya agar senantiasa menerapkan asuhan sayang ibu dan sayang bayi terutama dalam proses membantu/menolong langsung persalinan.

Sebagaimana asuhan yang telah dilakukan oleh bidan dan mahasiswa bidan praktikan UNISA Yogyakarta di salah satu rumah sakit di Kota Yogyakarta pada pasien bernama Ny.B (usia kehamilan 37 minggu). Setelah menunjukkan tanda-tanda inpartu (persalinan dimulai) pada Ny.B pada tanggal 24 Januari 2023 jam 12.15 WIB, petugas yang berjaga memberikan asuhan sayang ibu (safe motherhood) pada Ny.B sejak kala I.

Perlu diketahui, tahapan persalinan terbagi menjadi beberapa tahap yaitu kala I (pembukaan serviks 1-9 cm), kala II (pembukaan serviks 10 cm hingga bayi lahir), kala III (setelah bayi lahir hingga plasenta keluar), dan kala IV (fase setelah plasenta lahir hingga 2 jam pasca bersalin).

Selama tahap persalinan ini, bidan dan mahasiswa bidan UNISA Yogyakarta yang berjaga senantiasa mendampingi dan memberikan dukungan emosional, psikologis maupun spiritual kepada ibu, memberitahu ibu hal-hal apa saja yang mesti dilakukan oleh ibu agar ibu merasa nyaman, berkurangnya rasa sakit dan khawatir melalui teknik relaksasi, serta bagaimana posisi dan teknik meneran yang baik agar proses persalinan dapat berjalan dengan lancar dan janin tetap sehat. Tidak lupa, suami dan keluarga turut diikutsertakan dalam seluruh tahapan persalinan Ny.B, baik dalam mendampingi maupun membantu memberikan dukungan dan nutrisi.

Pencegahan infeksi juga tidak luput menjadi unsur penting dalam asuhan sayang ibu. Tindakan ini menjadi hal penting dalam mewujudkan persalinan yang bersih dan aman bagi ibu dan bayinya serta untuk meminimalkan risiko terkena infeksi, baik bagi ibu/bayinya maupun bagi petugas penolong persalinan. Dikutip dari Depkes (2014), tindakan pencegahan infeksi pada saat persalinan diantaranya mencuci tangan, memakai sarung tangan dan penggunaan alat pelindung diri pada saat prosedur tindakan, melaksanakan teknik aseptik, memproses alat bekas pakai dengan benar, dan menjaga kebersihan lingkungan ruang persalinan.

Setelah lahirnya bayi dan plasenta secara spontan dan normal pada jam 14.10 WIB dan 14.15 WIB, Ny.B dilakukan pemantauan kala IV selama 2 jam dengan tujuan untuk memantau tekanan darah, nadi, suhu tubuh,  tinggi fundus uteri (TFU), kandung kemih dan darah yang keluar.

Hubungan kerjasama antara penolong dengan pasien maupun keluarga terjalin dengan sangat baik, Ny.B maupun keluarganya mengikuti semua arahan penolong, sehingga seluruh proses pemberian asuhan sayang ibu dan sayang bayi pada tahapan persalinan Ny.B mulai dari kala I sampai dengan kala IV berjalan dengan lancar, bayi lahir spontan normal dan sehat. Hasil pemantauan tanda-tanda vital, kontraksi, dan perdarahan Ny.B juga normal. Ny.B mengatakan dirinya merasa senang atas kelahiran bayinya dan mengucapkan terima kasih kepada bidan dan mahasiswa bidan UNISA Yogyakarta karena telah membantu menolong persalinan dirinya dengan sangat baik, sabar, dan terampil.

*Mahasiswa D3 Kebidanan UNISA Yogyakarta

Related posts
Berita

Peningkatan Kesehatan Lansia Melalui Pengabdian Masyarakat di PRA Giripeni

Kulonprogo, Suara ‘Aisyiyah – Pada tanggal 24 Februari 2024, dalam rangka memperingati Milad Posyandu Lansia ‘Aisyiyah Sakinah yang ke-19, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah…
Berita

Presiden RI Joko Widodo Akan Kunjungi Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta pada 31 Januari 2024

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dijadwalkan akan mengunjungi Masjid Walidah Dahlan Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta pada Rabu, 31…
Berita

BPH Unisa Yogyakarta Sajikan Silaturahmi Penuh Syukur bersama Karyawan

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Badan Pembina Harian (BPH) Universitas `Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar acara silaturahim bersama seluruh karyawan Unisa di Convention Hall…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *