Merawat Kebersamaan dalam Keluarga dengan Literasi Al-Quran

Anak Wawasan 8 Apr 2021 1 124x
Kebersamaan dalam Keluarga

Kebersamaan dalam Keluarga

Oleh: Widiyastuti

Era pascamilenial saat ini merupakan tantangan tersediri bagi orang tua untuk menciptakan keluarga yang berkualitas. Teringat nasehat K.H. Hasan Abdullah Sahal, pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor dalam sebuah majelis pernikahan, bahwa tujuan dari sebuah pernikahan itu muaranya adalah menciptakan keluarga yang berkualitas. Itulah yang membedakan kita dengan ummat lain.

Kualitas keluarga adalah sebuah tujuan yang dalam bahasa umum disebut keluarga yang Sakinah Mawaddah wa Rahmah. Untuk menjadikan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah maupun keluarga berkualitas banyak hal yang bisa dilakukan. Pernahkah terpikir untuk menjadikan keluarga kita berkualitas adalah dengan cara merawat kebersamaan di antara anggota keluarga? Bagaimakah cara yang bisa kita lakukan untuk merawat kebersamaan di tengah era pascamilenial yang kadang menjadikan pertemuan adalah sebuah hal yang sangat mahal?

Menguatkan Kuantitas dan Kualitas Pertemuan

Semakin anak beranjak besar maka akan semakin sedikit waktu mereka untuk kita. Mereka akan asyik dengan teman dan dunianya. Tentu saja tidak bijak kita menghalanginya karena itulah saat-saat mereka belajar memahami hidup di luar lingkungan rumah dan orang tuanya. Namun menjaga kebersamaan dan komunikasi tetap harus kita lakukan dengan prinsip quality time not quantity time.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan mengkaji al-Quran setiap habis subuh. Dalam hal ini semua anggota keluarga membaca satu ayat kemudian bapak akan mengartikan dan memberikan penjelasannya. Keluarga penulis dulu khatam al-Quran dengan model seperti ini selama 6 tahun. Meskipun kami ketika ngaji dengan terkantuk-kantuk, namun konsistensi bapak dalam memelihara momen ini sangat luar biasa. Di sinilah keluarga memahami bahwa apapun ada jawabannya di al-Quran. Makna hidup dan kehidupan semuanya ada dalam al-Quran. Metode ini sangat luar biasa untuk membangun keluarga yang berkualitas karena setidaknya ada 4 (empat) manfaat langsung:

Pertama, bagi yang memiliki anak laki-laki inilah saatnya kita tidak menjadi orang tua yang jahat terhadap anak karena membiarkan dia terlelap di saat yang paling mulia untuk meraih pahala dunia. Di sinilah peran orang tua untuk membiasakan anak-anak salat Subuh tepat waktu berjamaah di masjid jika memungkinkan.

Bagi seorang anak muda ternyata lebih susah untuk salat ke masjid ketimbang menuntut ilmu sampai jenjang S3 sekalipun. Padahal sangat jelas dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah ra., dari Nabi saw., beliau bersabda, tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya”. Satu di antara tujuh golongan tersebut adalah seorang yang hatinya bergantung ke masjid.

Kedua, metode ini sangat efektif untuk melakukan dialog dan menanamkan nilai-nilai agama secara langsung pada anak-anak kita dengan berdasarkan al-Quran. Bagi yang memiliki anak laki-laki ini adalah saat yang tepat untuk menyiapkan mereka menjadi iman untuk keluarganya kelak. Momen ini sangat luar biasa karena mungkin selama ini pendidikan agama anak-anak kita serahkan pada guru atau TPA. Jika kita bisa memberikan pendidikan langsung kepada anak-anak kita maka salah satu kewajiban kita sebagai orang tua sudah bisa kita laksanakan.

Ketiga, dengan mengaji, termasuk terjemahan dan tafsirnya, maka seorang bapak akan selalu meningkatkan kualitas keilmuannya di bidang agama. Ini adalah pemacu seorang laki-laki untuk menjadi iman yang sesungguhnya bagi anak dan istrinya.

Keempat, ini adalah saatnya berinteraksi langsung dengan anak-anak kita tanpa gangguan gadget atau agenda kantor. Jika dalam sehari itu kita tidak memiliki waktu untuk menyapa mereka maka setidaknya kita sudah tahu apa agenda mereka hari ini, di mana dan dengan siapa.

Pentinganya Literasi Al-Quran di Tengah Kemajuan Teknologi

Kemajuan teknologi, kesibukan yang melanda, minimnya waktu tatap muka bukanlah alasan bagi kita sebagai orang tua untuk melalaikan anak-anak kita, pendidikannya, agamanya, dan masa depannya. Dengan mengenalkan al-Quran, terjemahan, dan maknanya sejak dini dan sebelum mereka menikah adalah bagian dari ikhtiar kita untuk membumikan al-Quran pada anak-anak kita. Literasi al-Quran bisa dilakukan dengan metode semacam ini yang memiliki manfaat bola salju. Bukan hanya pada kualitas pribadinya namun juga menjadi penanda kualitas hubungan kita dengan anggota keluarga.

Ibda’ binnafsik, mulailah dari diri sendiri, dari yang kecil, dan sekarang, untuk membuat generasi lebih berkualitas. Khususnya untuk menjamin anak-anak kita tidak akan menjadi anak-anak yang lemah sebagaimana firman Allah dalam  QS. an Nisaa‘ [4]: 9, yang artinya, “dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.  

One thought on “Merawat Kebersamaan dalam Keluarga dengan Literasi Al-Quran”

Tinggalkan Balasan