MI Aisyiyah Ngunut-Tulungagung Resmikan Laboratorium Sayur

Berita 24 Nov 2021 0 50x

Tulungagung, Suara ‘Aisyiyah – Dalam rangka memperingati Milad ke-109 Muhammadiyah, Sabtu (20/11), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Tulungagung bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulungagung meresmikan Laboratorium Sayur di Madrasah Ibtidaiyah Ngunut, Tulungagung.

“Ide pembuatan laboratorium sayur ini adalah hasil pengamatan PDA Tulungagung dari melihat potensi di MI Aisyiyah Ngunut yang kemudian disampaikan kepada kepala MI Aisyiyah Ngunut dan didukung adanya Program Penanaman Pohon dan Sayur dengan Sistem Pola Asuh,” tutur Endah Wijayanti, Kamis (23/11).

“Harapannya, Laboratorium Sayur ini bisa menjadi role model program LLHPB ‘Aisyiyah yang didukung Lazismu Pusat dan Sahabat Nabati,” imbuhnya.

Ada tiga potensi menurut Endah yang dimiliki MI Aisyiyah Ngunut sehingga dipilih oleh LLHPB PDA Tulungagung sebagai role model: pertama, potensi lingkungan. Berada di luas tanah 1300 meter persegi dan dipenuhi dengan tanaman cacao di sebelah selatan serta berbagai sayuran di tempat yang tersebar, sekolah yang baru beroperasi 1,5 tahun dengan 25 siswa ini terasa begitu asri dan adem.

Baca Juga: Kampung Ramah Lingkungan: Atasi Perubahan Iklim Berbasis Kampung

Rencana ke depan akan dijadikan sebagai agro wisata dan sarana outbond, sementara tanaman sayur dan buah berada di sekitar gedung sekolah. “Dari melihat posisi tanaman sayur yang masih belum tertata jadi satu ini akhirnya dibuatlah Laboratorium Sayur, meski dengan keadaan yang masih sangat sederhana karena memang di MI Aisyiyah ini masih dalam proses pembangunan penambahan lokal kelas,” ucap Endah.

Dengan adanya Laboratorium Sayur, kata dia, tanaman sayur yang semula ditanam di beberapa tempat kini akan dikumpulkan menjadi satu sehingga mempermudah perawatan dan pemanfaatannya.

Kedua, potensi SDM. MI ‘Aisyiyah memiliki tenaga pendidikan dan kependidikan sebanyak 10 orang dan berusia muda berasal dari kader-kader persyarikatan yang memiliki semangat juang untuk mengembangkan lembaga pendidikan ini menjadi lebih besar dan bermutu.

Ketiga, potensi organisasi. MI ‘Aisyiyah berada di bawah naungan Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Ngunut dan satu-satunya MI milik ‘Aisyiyah di Tulungagung. Endah menuturkan, amal usaha tersebut dibangun dengan cara gotong royong.

“Tentu haru bercampur bahagia, baik Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah beserta seluruh ortom persyarikatan. Sekolah ini dibangun dari hasil bergotong royong mendirikan dan membesarkannya. Dan ini satu-satunya MI ‘Aisyiyah yang ada di Tulungagung,” jelas Endah.

Sementara itu, Ketua PCM Ngunut Ridwan Ansori menegaskan bahwa Laboratorium Sayur MI Aisyiyah Ngunut yang menjadi binaan LLHPB PDA Tulungagung ini ke depan diharapkan bisa menjadi sumber pemenuhan kebutuhan sayur secara mandiri bagi warga sekolah juga bagi warga PCM ataupun PCA Ngunut.

“Bisa dimanfaatkan oleh siapapun, tidak hanya warga persyarikatan. Bisa untuk belajar bertanam sayur bagi siapapun,” ujar Ridwan.

Pada kesempatan itu, Ketua PDA Tulungagung menyerahkan paket berisi bibit sayur yang terdiri dari sawi, kangkung, bayam, boncis, dan gambas serta selang dan pompa air untuk Laboratorium Sayur kepada kepala MI Aisyiyah Ngunut. (Iwan/Endah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *