Milad Ke-61, UAD Rumuskan Visi dan Misi Baru

Berita 21 Des 2021 0 68x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Senin (20/12) menyelenggarakan sidang terbuka dalam agenda Upacara Milad UAD ke-61 bertempat di ruang Amphitarium Kampus IV. Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Senat, Muchlas dan dihadiri oleh seluruh jajaran senat UAD, keluarga akademik dan mahasiswa UAD, pejabat pemerintah, pimpinan dan pejabat PP Muhammadiyah, PP ‘Aisyiyah, serta tamu undangan.

Muchlas membacakan laporan tahunannya sebagai bentuk pertanggungjawaban Rektor UAD selama kurun waktu 2021. Ia menyampaikan bahwa walaupun upacara Milad UAD dilaksanakan secara daring dan luring karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, Rektor berharap agar milad tetap menghadirkan rasa syukur kepada Allah swt., serta membangkitkan semangat untuk terus meningkatkan kualitas pribadi maupun institusi.

Lebih lanjut, Muchlas menyampaikan hal-hal penting berbagai capaian UAD. Beberapa di antaranya terkait hasil kinerja yang telah dicapai oleh seluruh sivitas akademika UAD yang mencakup penanganan Covid-19, Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) perkembangan kelembagaan, pusat riset unggulan, pengembangan unit usaha, serta peningkatan kesejahteraan dosen dan karyawan.

Baca Juga: Fonds-Dachlan: Program Internasional Pertama Muhammadiyah

Penyampaian laporan tahunan tersebut, selain laporan kinerja, juga sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah swt. yang telah memberikan karunia-Nya, sehingga UAD sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mampu bertahan, terus berinovasi, dan bisa berkontribusi lebih untuk masyarakat selama masa pandemi.

“UAD sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah selalu berupaya selalu adaptif terhadap perubahan zaman. Dalam proses adaptasi ini diperlukan banyak penyesuaian, sinkronisasi, dan harmonisasi regulasi terhadap peraturan-peraturan baru tentang perguruan tinggi. Tentunya tanpa meninggalkan identitas UAD sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” terang Muchlas.

UAD dalam proses adaptasi dan inovasi tersebut mengubah visi, misi, dan tujuannya. “Setelah melalui pembahasan tim perumus sepanjang tahun 2020 dan rapat bersama antara Senat Universitas, Badan Pembina Harian, serta para Pimpinan UAD, secara maraton merumuskan visi baru, yakni menjadikan perguruan tinggi yang unggul dan inovatif, serta mengabdi pada kepentingan bangsa dan umat manusia yang dijiwai nilai Islam,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy. Ia menyampaikan pidato ilmiah tentang transformasi teknologi untuk ketahanan ekonomi menuju pembangunan berkelanjutan.

Acara dilanjutkan penayangan amanah Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Haedar menyampaikan bahwa UAD sebagai PTM setiap saat dan setiap tahun terus meningkatkan kualitas dirinya. Di usianya ke-61 ini, merupakan momentum serta tonggak yang menjadikan universitas semakin baik dalam sistem maupun dalam penyelenggaraan pendidikan. (humas UAD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *